Ilustrasi Ijazah Palsu
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara segera memberi sanksi terhadap 21 oknum pegawai negeri sipil atau PNS yang ketahuan menggunakan ijazah palsu.

“Sebenarnya dari Agustus, tapi karena masih banyak kesibukan, maka dalam waktu dekat kita akan beri sanksi,” ujar Sekretaris Provinsi Sultra, Lukman Abunawas saat ditemu dalam acara bimbingan teknis pengelolaan hewan kurban di Islamic Center Muad Bin Jabal, Kendari, Senin 5 September 2016.

Dia mengatakan, nama-nama oknum PNS pengguna ijazah palsu itu sudah ada dan bahkan telah dilakukan rapat final pemberian sanksi. Nama-nama itu tinggal dipublikasikan dalam waktu dekat.

Lukman mengungkapkan, sedianya ada 27 nama yang terindikasi menggunakan ijazah palsu yang sebagian besar berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, namun setelah diverifikasi tersisa 21 nama.

“Memang mayoritas dari dinas kesehatan tapi ada beberapa juga dari dinas lain,” katanya.

Masih kata Lukman, 21 orang itu dicurigai memiliki ijazah palsu karena keseharian mereka berada di Kendari, namun tiba-tiba mendapat ijazah kampus Makassar, Surabaya, dan lainnya. Hal itu, menurut dia tidak sesuai dengan prosedur.

“Tidak sesuai prosedur lah. Ijazahnya asli tapi prosedur dan mekanisme palsu,” tuntas Lukman sambil tertawa.

Ditegaskan, kepada 21 PNS yang menggunakan ijazah palsu itu sudah pasti akan menerima sanksi, tapi tidak sampai pada pemecatan. Mereka hanya dikenakan sanksi administrasi, seperti penurunan pangkat dan penundaan kenaikan pangkat.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...