bbm ilegal
Lelaki jumran (kanan) tersangka kasus bbm ilegal. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penjualan BBM ilegal jenis solar. Terbaru, pimpinan PT Karya Fajar Baru, Yunus, yang diduga sebagai penadah sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Usai lebaran Iduladha nanti, penyidik Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, sudah mengagendakan pemeriksaan terhadap pimpinan perusahaan tersebut.

“Nanti pekan depan setelah lebaran kita periksa sebagai tersangka. Bukti-bukti sudah lengkap. Memang untuk saat ini masih sebatas sopir yang ditetapkan tersangka. Tapi setelah melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti pimpinan perusahaan PT Karya Fajar Baru terbukti terlibat kasus ini,” kata Kepala Sub Direktorat IV Tipidter, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, kepada Kabarkendari.com, Jumat 09 September 2016.

Seperti diketahui,  sebelumnya Polda Sultra mengamankan 4 ton BBM ilegal yang diangkut dengan menggunakan mobil tangki bernomor polisi DT 9748 BB milik perusahaan PT Karya Fajar Baru. BBM tersebut hendak dibawa ke luar Kota Kendari. Mobil bersama sopir atas nama Jumran diamankan saat itu juga.

Hartono menjelaskan,  dalam kasus ini, berkas perkara antara sopir dengan pimpinan PT Karya Fajar Baru dipisahkan atau displit. Untuk berkas perkara Jumran sudah siap dikirim di Kejaksaan Tinggi Sultra untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan.

“Belum dikirim minggu depan setelah lebaran juga. Kirim berkas tahap satu terus periksa tersangka lain. Mudah-mudahan lengkap, biar cepat P21,” harapnya.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...