Nur Alam Tersangka
La Ode Muhammad Syarif. (INT)

Kabarkendari.com – Belakangan ini, sebagian pendukung Gubernur Sultra Nur Alam menganggap, keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan orang nomor satu di Sultra ini bermuatan politis.

Bahkan, mereka menganggap penetapan tersangka Nur Alam menguntungkan beberapa elite politik yang berasal dari Sultra.

Pimpinan KPK La Ode Muhammad Syarif membantah tudingan itu. Menurutnya, perkara yang membelit Nur Alam murni kasus hukum dan tidak bisa dikaitkan dengan kepentingan politik kelompok tertentu.

BACA JUGA: KPK Akan Periksa Kembali Bupati Buton

“Aneh sekali. Ini bukan permasalahan politik. Itu masalah hukum,” ungkap Syarif melalui pesan WhatsApp kepada Kabarkendari.com, Minggu 9 Oktober 2016.

Syarif menegaskan, penyelidikan maupun penyidikan kasus Nur Alam tidak pernah membawa nama suku atau bendera parpol tertentu. Dia juga meminta kepada masyarakat Sultra untuk tidak menghubungkan antara tugasnya sebagai komisioner KPK dengan status komunalnya.

“Tidak ada hubungannya antara saya orang Muna dan tugas-tugas saya di KPK. KPK tidak punya Partai Politik dan tidak punya Suku,” tambahnya.

Syarif menyarankan, dari pada menyebar fitnah yang tidak benar, lebih baik pihak yang tidak senang dengan langkah KPK ini untuk menempuh jalur hukum yang diatur.

“Hadapi saja kasus hukum dengan upaya hukum yang disediakan oleh Undang-Undang,” sarannya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...