Konferensi Pers PT VDNI
Deputi Branch Manager PT VDNI Chairrillah Widjan (kanan), Manager HRD Ichwansyah (tengah) dan kuasa hukum PT VDNI, Burhan Mouna (kiri). (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Pihak Virtue Dragon Nikel Industri atau VDNI Morosi membantah bila tenaga kerja asing mereka telah melakukan tindakan kekerasan terhadap tenaga kerja lokal.

Deputi Branch Manager PT VDNI Chairrillah Widjan menjelaskan, kasus ini bermula dari cekcok yang melibatkan Iwan seorang operator alat berat dengan atasannya bernama Mr Wang yang menjabat manajer operasional excavator.

Saat itu, 6 Maret 2017, Mr Wang telah memerintahkan kepada Iwan untuk meratakan timbunan di bagian Torara. Namun hingga siang hari tidak kunjung selesai dikerjakan. Akibatnya, Mr Wang marah.

“Dia meminta Iwan untuk turun dari excanya. Disitu terlibat pertengkaran. Mr Wang mencoba jaga jarak dengan Iwan dengan mendorong, tapi bukan memukul,” ungkap pria yang akrab disapa Nanung ini, Kamis 9 Maret 2017.

Karena merasa dipukul, Iwan melaporkannya KE Manager HRD Ichwansyah.

“Pada saat itu datang melapor ke saya dan mengaku dipukul. Tapi saya tidak mau dulu simpulkan karena ingin ambil keterangan dulu Mr Wang,” kata Ichwan mendampingi Nanung.

Rencananya, kata Ichwan, kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan. Saat dirinya tengah meminta klarifikasi Mr Wang, ternyata Iwan sudah melapor di Polsek Bondoala atas tuduhan penganiayaan. Dari keterangan polisi, lanjut dia, tidak ditemukan penganiayaan.

Keesokan harinya, sekira pukul 07.00 keributan kembali terjadi. Kelompok Iwan yang jumlahnya puluhan telah menunggu Mr Wang di bawah pohon bambu. Mereka hendak mencegat Mr Wang ketika keluar dari barak.

“Pas keluar dia langsung dicegat dan dipukuli. Sampai dia jatuh dari atas motornya. Mr Wang hanya menangkis saja dan tidak memukul,” bebernya.

Untungnya, keributan tidak berlangsung lama karena pihak keamanan perusahaan dan pengawas segera tiba di lokasi kejadian dan melerai mereka.

Menurut Sarmin, sekuriti PT VDNI yang kebetulan berada di lokasi mengatakan, dirinya melerai keributan yang berlangsung di dua tempat. Yakni, pemukulan terhadap Mr Wang dan Mr Tontong.

“Saya juga capek melerai karena kejadiannya ada dua. Saya sempat amankan Mr Wang,” ujar Sarmin.

Selain Sarmin, Dedi yang bertugas sebagai pengawas operator excavator juga mengaku telah dipukuli oleh puluhan orang yang merupakan kelompok Iwan di saat dirinya melindungi Mr Wang.

“Saya tidak tahu siapa yang pukuli. Tapi saya coba lindungi atasan saya Mr Wang. Mereka pukul belakang saya ini,” jelasnya.

Akibat keributan ini, dua orang tenaga kerja lokal telah dijatuhi sanksi perusahaan berupa skorsing karena terbukti melakukan pemukulan.

“Selesaikan secara internal, tidak perlu lari ke polisi sebenarnya. Kalau kedua belah pihak salah, maka kita cari solusi. Sekarang tidak ada keributan lagi dan aktivitas perusahaan tetap berlangsung,” tutur Nanung.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...