pesawat terbakar di kendari
Pesawat Anoa Air boeing 737-300 terbakar setelah mengalami crash landing di Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Pesawat Anoa Air boing 737-300 terbakar setelah mengalami crash landing di Bandara Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Pesawat yang melayani rute penerbangan Surabaya-Kendari memuat sekitar 80 penumpang.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran Kota Kendari dengan cepat mendatangi lokasi kejadian dan sigap memadamkan api. Tim penyelamat dari Basarnas Kendari pun cepat mendatangi TKP untuk menyelematkan semua penumpang. Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa dan semuanya selamat.

Peristiwa ini terjadi Senin 26 September 2016, pukul 10.36 Wita, dalam proses simulasi penanggulangan keadaan darurat atau PKD yang dilakukan oleh Bandara Haluoleo Kendari.

Pesawat Anoa Air boing 737-300 diumpamakan sebuah pesawat yang mengalami masalah saat akan landing di bandara. Dalam peoses pelaksanaan PKD ini membuat masyarakat setempat kaget karena suasana bandara tidak seperti biasanya.

Nampak kepulan api dari badan pesawat yang begitu besar. Suasana mencekam pun juga nampak, ketika puluhan penumpang keluar dari pesawat dalam keadaan luka-luka.

Kepala Bandara Halu Oleo Kendari, Kolonel Pnb Sarmanto, mengungkapkan, kegiatan simulasi ini dilakukan untuk melihat kembali kesiapsiagaan anggotanya dan seluruh jajaran rescue yang akan menyelamatkan penumpang pesawaat saat bermasalah. Menurutnya ini adalah latihan penyelamatan penumpang pesawat.

“Simulasi ini melibatkan beberapa unsur rescue atau tim penyelamat. Baik dari bandara sendiri, Lanud HLO, Basarnas Kendari, pemadam kebakaran kebdari, kepolisian dan pihak rumah sakit kendari,” katanya.

Menurutnya, tujuan utama simulasi adalah meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak penyelamat yang lain. Katanya, proses simulasi ini sudah berjalan dengan baik. Tinggal dilakukan perbaikan berupa tindakan menyelamatkan penumpang yang harusnya terlebih dahulu apinya dipadamkan.

“Namun ini sudah lebih baik dan kita akan tingkatkan lagi prosesnya. Karena memang kalau faktanya nanti tidak begini,” jelasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...