Rumah Sakit Umum daerah Kota Kendari
Rumah Sakit Umum daerah Kota Kendari. (INT)

Kabarkendari.com – Pemerintah Kota Kendari tidak mempersoalkan pembatalan Perda tentang RSUD Kota Kendari oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Bagian Humas Pemkot Kendari Trikora Irianto mengatakan, tidak ada masalah pembatalan Perda RSUD Kota Kendari. Pihaknya tetap legawa menerima langkah Pemprov Sultra.

“Tidak ada masalah dibatalkan. Kita terima saja,” ungkap Irianto saat ditemui di sekitar Masjid Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sultra, Jumat 12 Agustus 2016.

Dengan dibatalkannya perda tersebut, kini nama RSUD Kota Kendari kembali ke Rumah Sakit Abunawas. “Sekarang, tidak berlaku lagi RSUD Kota Kendari,” ujarnya.

Pergantian ini, kata Trikora, sudah menjadi kewenangan Bagian Hukum Pemkot Kendari dan DPRD Kota Kendari. “Yang penting pergantian nama ini tidak berdampak pada pelayanan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Sultra membatalkan Perda RSUD Kota Kendari dengan alasan proses pembuatan perda tidak memenuhi syarat legalitas dalam Undang-undang.

“Perda tentang RSUD Kota Kendari tidak pernah teregistrasi di Pemprov. Sehingga, kita batalkan,” ungkap Karo Humas Pemprov Sultra Kusnadi.

Harusnya, papar Kusnadi, setelah dibahas bersama wali kota dan DPRD Kota Kendari, Perda tersebut diusulkan teregister di Pemprov Sultra. “Tapi, tidak pernah didaftarkan di Pemprov Sultra,” paparnya.

Pemprov, lanjut Kusnadi, memiliki kewenangan untuk membatalkan Perda yang dibuat oleh pemerintah kabupaten atau kota jika tidak memenuhi prosedur.

Penyebutan nama RSUD Kota Kendari sejak awal menuai kontra dari keluarga besar alamarhum Abunawas. Salah seorang keluarga Abunawas saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Awalnya, namanya RSUD Abunawas. Namun, Asrun dengan kebijakannya membentuk Perda mengubah nama rumah sakit menjadi RSUD Kota Kendari.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...