Wali Kota kendari
Wali Kota Kendari, Asrun. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com  – Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membatalkan Perda tentang RSUD Kota Kendari, membuat Wali Kota Kendari, Asrun, angkat bicara. Menurutnya, pemerintah provinsi tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan Perda.

Asrun menjelaskan,  pihak yang diberikan kewenangan untuk membatalkan Perda adalah pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tentang Pemerintah Daerah.

“Tidak ada kewenangan mereka. Harusnya konfirmasi terlebih dahulu dengan kita pemerintah kota yang telah melahirkan peraturan tersebut. Membuat peraturan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses yang menguras waktu, pikiran, dan anggaran. Jika tiba-tiba dibatalkan, kan kasian,” ungkap Asrun saat ditemui usai menjadi inspektur upacara memperingati HUT ke-71 kemerdekaan RI, di Rumah Tahanan atau Rutan Kendari, Rabu 17 Agustus 2016.

Karena itu, Asrun menyayangkan sikap pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang terlalu jauh mengambil kewenangan pemerintah pusat dalam membatalkan Perda RSUD Kota Kendari. Sekadar diketahui, Perda yang sempat mengundang polemik itu, salah satu isinya mengatur tentang perubahan nama RSUD Abunawas menjadi RSUD Kota Kendari.

“Saya tidak akan ubah jadi Rumah Sakit Abunawas,” tegasnya. Ia meminta, perubahan nama Rumah Sakit itu harusnya Jangan bermuatan politis.

“Jangan karena ada kepentingan pejabat ada di situ dan campuri urusan itu. RSUD itu tetap jalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sultra telah membatalkan perubahan nama Perda Rumah Sakit Abunawas menjadi RSUD Kota Kendari. Pemprov berdalih, Pemkot Kendari telah menyalahi prosedur pembuatan Perda.

“Harusnya, mereka registrasi dulu di Pemprov sebelum ditetapkan. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Pemkot Kendari,” ungkap Biro Humas Pemprov Sultra Kusnadi beberapa waktu lalu.

Kusnadi mengklaim, Pemprov memiliki hak untuk mencabut Perda yang dibuat oleh kabupaten atau kota.

Penulis: Pandi
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...