Kasus Tambang Ilegal Koperasi Buton Bersinar
Pimpinan Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura kembali diperiksa di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Dugaan tindak pidana pertambangan yang dilakukan Koperasi Buton Bersinar di Kabupaten Buton menemui babak baru. Penyidik Tindak Pidana Tertentu Polda Sultra membidik Agus Mujiono seorang pengusaha yang menjadi penyokong dana KBB. Agus Mujiono telah menjalani pemeriksaan. Penyidik juga mulai mengumpulkan alat bukti.

“Sementara pengumpulan bukti-bukti saja. Untuk membuktikan Agus itu sebagai tersangka kami masih mengumpulkan bukti keterlibatannya. Kalau kita tetapkan sekarang tanpa bukti nanti kita dipraperadilan,” kata Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Selasa 28 februari 2017.

Upaya menetapkan Agus Mujiono sebagai tersangka, kata Dolfi, dilakukan setelah penyidik menerima berkas perkara Rustam Zumura dari Kejaksaan Tinggi Sultra. Menurut jaksa penuntut umum, berkas Rustam Zumura dinyatakan P19 atau masih kurang.

“Kata jaksa, Agus Mujiono ini terlibat karena mendanai pertambangan KBB. Makanya harus ditetapkan tersangka. Persoalannya sekarang kami masih mencari bukti apa yang menguatkan bahwa Agus Mujiono ini sebagai pendana tambang KBB. Kami masih berupaya mengumpulkan buktinya,” beber Dolfi.

Dolfi mengungkapkan sebenarnya Agus Mujiono sudah diperiksa saat proses penyelidikan awal kasus ini. Pemeriksaan itu sebagai saksi dalam perkara Rustam Zumura. Namun penyidik tidak menemukan ada bukti keterlibatan Agus Mujiono kala itu.

“Tidak akan diperiksa lagi nanti. Sisa kami mengumpulkan buktinya saja. Kalau sudah ada buktinya maka kita tetapkan tersangka dan kita periksa sebagai tersangka. Anggota kami masih pulang pergi Buton untuk mencari bukti ini,” ujarnya.

Kasus Koperasi Buton Bersinar dilaporkan di Polda Sultra atas dugaan melakukan aktivitas secara illegal di Kabupaten Buton. KBB dilaporkan menambang tanpa menggunakan izin dan menggarap lahan di luar izin usaha pertambangan atau IUP. Masuknya perkara KBB bersamaan kasus PT Wika Bitumen yang juga mempunyai kasus yang sama.

Sayangnya, kasus PT Wika Bitumen tenggelam begitu saja tanpa ada proses penetapan tersangka, sekalipun kasusnya sudah ditingkatkan kepenyidikan. Seiring berjalan kasusnya, hanya KBB yang sampai di meja kejaksaan dan masih dilakukan pengumpulan alat bukti selanjutnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...