Kasus PT PLM
Petinggi PT PLM, Fahlawi Mujur Saleh, berjalan menuju ruangan pemeriksaan didampingi seorang jaksa di belakangnya. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com –Kejaksan Tinggi Sulawesi Tenggara kembali memeriksa karyawan dan Direksi PT Panca Logam Makmur. Materi pemeriksaan masih berkaitan dengan dugaan manipulasi data hasil produksi emas perusahaan tersebut. Sebelumnya Kejati telah menahan seorang petinggi PT PLM, Fahlawi Mujur Saleh.

Karyawan bernama Made Susastra dan Wakil Direktur Rizal Fachreza menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pidana Khusus Kejati Sultra, Kamis 29 September 2016. Keduanya hadir secara bersamaan.

“Kedua orang tersebut adalah karyawan acounting, Made Susastra dan wakil direktur PT PLM Rizal Fachreza. Hari ini kami kembali melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang diduga mengetahui manipulasi data hasil produksi PT PLM Tahun 2010-2011,” kata Penyidik Kejati Sultra, Raymel.

Walau telah banyak saksi yang diperiksa namun belum ada tambahan tersangka. Menurutnya, saat ini belum bisa ditentukan calon tersangka baru. Hanya saja, Raymel memastikan kasus ini masih akan terus bergulir.

Kasus manipulasi data hasil produksi emas PT PLM disebut melibatkan banyak pihak. Sebabnya dinikmati secara berjamaah. Saat ini penyidik akan memeriksa saksi-saksi tambahan.

“Baru satu orang tersangkanya. Tapi tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah,” ujarnya.

Sayangnya Kejati Sultra belum bisa membeberkan siapa-siapa penikmat hasil manipulasi data tersebut. Audit belum dilakukan karena masih akan dilakukan pemeriksaan saksi. Yang pasti jika kesulitan dalam proses audit pihaknya akan melibatkan BPKP Sultra.

Hasil produksi PT PLM disebut mencapai 15 ton ore emas per tahun. Namun dalam laporannya diduga diubah menjadi 10 ton ore emas per tahun. Pemalsuan data tersebut diperkirakan terjadi pada rentang Tahun 2010-2011. Akibatnya negara dirugikan hingga Rp 12 miliar. Pada tahun 2012-2015 PT PLM juga diduga sengaja tidak menyetorkan penghasilan negara bukan pajak (PNBP) sehingga negara merugi Rp 9 miliar.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...