penyelundupan bahan baku pembuat bom jenis Amonium Nitrate
Barang bukti 95 karung Amonium Nitrat yang akan digunakan untuk membuat bom. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Direktorat Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara kembali menggagalkan upaya penyelundupan bahan baku pembuat bom jenis Amonium Nitrat seberat 2,3 ton.

Amonium nitrat ini dikemas dalam 95 karung dengan berat 25 kg setiap karungnya. Amonium nitrat tersebut diamankan di Laut Talaga, Kabupaten Buton, Senin 17 oktober 2016.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi Sunarto, mengatakan informasi perdagangan Amonium Nitrat diperoleh polisi pada Minggu 16 Oktober 2016.

BACA JUGA: Polisi Tahan Pemilik Ratusan Bom Botol asal Pulau Kabaena

“Anggota Subdit Penegakan Hukum Polair langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) yang akan dijadikan tempat penjualan amonium nitrat itu,” kata Sunarto, Selasa 18 Oktober 2016.

Anggota polair terlebih dulu melakukan penyamaran untuk ikut membeli bahan tersebut. Setelah menemukan lokasi penjualan Amonium nitrat itu petugas langsung melakukan penangkapan. Barang bukti ditemukan di tiga perahu tanpa nama. Dua kapal memuat masing-masing 32 karung dan sebuah kapal lainnya memuat 31 karung amonium nitrat.

“Pada saat pemeriksaan kapal para pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen resmi kepemilikan bahan amonium nitrat itu. Tidak hanya itu, tapi dokumen berlayar juga tidak ada,” jelasnya.

BACA JUGA: Polda Sultra Amankan Seratus Botol Bom Siap Ledak

Petugas juga mengamankan tiga orang pelaku, yakni Masrun alias Maudu, Faisal alias La Ade, dan Jusrin yang masih merupakan anak dibawah umur. Ketiganya dijerat pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilihan bahan peledak subsider Pasal 104 jo Pasal 113 Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

Sebelumnya, polisi juga mengamankan 1,7 Ton amonium nitrat di daerah Poleang, Kecamatan Bombana. Amonium nitrat biasanya digunakan nelayan sebagai bom ikan.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...