Dikbud Sultra Potong Gaji Pegawai
Surat edaran bernomor 900/70.a/DPK, yang mewajibkan seluruh pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra untuk masuk sebagai anggota koperasi dan pemotongan gaji para pegawai sebesar Rp 100 per orang sebagai simpanan pokok. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Damsid, tidak menampik adanya surat edaran yang mewajibkan seluruh guru SMA dan SMK membayar Rp 100 ribu sebagai simpanan pokok koperasi.

“Itu tersimpan sebagai tabungan. Jadi tidak ada pemotongan. Namanya simpanan pokok dan itu ada dasarnya, bukan langsung memberlakukan begitu saja,” ujar Damsid kepada Kabarkendari.com, Senin 30 Januari 2017.

Dia menerangkan, setiap guru akan membayar simpanan pokok Rp 100 ribu, kemudian setiap bulan membayar Rp 50 ribu sebagai simpanan wajib. Namun jika pegawai sudah pensiun atau pindah ke instansi lain, uangnya bisa langsung diambil.

Damsid mengungkapkan, simpanan pokok Rp 100 ribu mulai dibayar bulan ini, sementara simpanan wajibnya sebesar Rp 50 ribu per bulan mulai berlaku Februari 2017.

Menurut dia, kebijakan yang diambilnya tersebut tidak bertentangan dengan undang-undang koperasi. Karena, itu adalah koperasi khusus pegawai. Dan, aku Damsid, hal ini telah dilaporkan kepada Gubernur Sultra.

“Kalau kita memang mewajibkan seluruh pegawai masuk koperasi. Ini kan koperasi pegawai dinas pendidikan dan kebudayaan, jadi semua pegawai masuk anggota koperasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Damsid mengatakan, sedianya, para guru membayar Rp 150 ribu sekaligus. Namun karena dirasa berat sehingga diputuskan membayar simpanan pokok saja.

Sebelumnya, surat edaran bernomor 900/70.a/DPK, Damsid mewajibkan seluruh pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra untuk masuk sebagai anggota koperasi dan memotong gaji para pegawai sebesar Rp 100 per orang sebagai simpanan pokok.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...