Penangkapan pengedar narkoba di kendari
Kepala Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi La Ode Kadimu, saat menggelar rilis pers terkait penangkapan AN. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara kembali menggagalkan aksi peredaran gelap narkoba di Kota Kendari. Kali ini seorang pemuda bernisial AN ditangkap saat asyik pesta miras dan narkoba, Senin 10 Oktober 2016.

AN diduga bergabung dalam pesta miras tersebut dengan niat menyusupkan narkoba jenis Sabu. Pesta miras di Kelurahan Tobuha, Kecamatan Puuwatu itupun berakhir seiring penangkapan AN yang telah menjadi target operasi.

BACA JUGA: Soal Kasus Narkoba, Polisi Sulit Buktikan Keterlibatan Napi

Kepala Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi La Ode Kadimu, kepada beberapa awak media di Kendari mengatakan anak buahnya mendapatklan informasi dari warga bahwa AN akan mengedarkan narkoba.

“Pada saat ditangkap dia sementara berpesta miras disalah satu kamar kost di Kelurahan Tobuha. Narkoba jenis sabu-sabu yang kami amankan berada di kantong saku celananya dan akan diedarkan kepada pembeli di wilayah itu juga,” kata La Ode Kadimu.

Barang bukti narkoba seberat 2,8 gram rencananya dijual seharga Rp 2 juta kepada pembeli yang belum diketahui keberadaannya. Sebenarnya, kata La Ode Kadimu, AN sudah menjadi target operasi sejak beberapa hari sebelumnya. Karena yang bersangkutan terpantau telah menjadi pemain sabu selama 2 tahun terakhir. Biasanya AN mengedarkan narkoba dengan sistem tempel.

BACA JUGA: Rutan Kendari Kembali Disebut Jadi Pusat Kendali Peredaran Narkoba

“Sudah target juga, sudah lama kami intai namun baru malam kemarin kami tangkap,” jelasnya.

AN telah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan hukum Pasal 114 dan 112 tentang Undang-Undang Narkotika. AN kini terancam hukuman seumur hidup. Dihadapan awak media, AN enggan memberi komentar. Ia memilih diam dan menundukkan kepala.

Penulis: Kamaruddin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...