Mutasi di Wakatobi
16 Guru yang mendapat mutasi sepihak dari Bupati wakatobi. (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.comDinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara resmi mengambil alih kewenangan urusan Sekolah Menengah Atas sederajat. Pengambilalihan kewenangan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Pengalihan kewenangan ini termasuk personel, peralatan dan pendanaan. Jadi semua aset sekolah di tingkat SMA, SMK dan SLB sudah menjadi milik Pemerintah Provinsi Sultra. Sekarang, proses pengalihan sudah tuntas,” ungkap Kadis Diknas Sultra, Damsid, di ruang kerjanya, Jumat 14 Oktober 2016.

Jumlah sekolah yang ada di Sultra sebanyak 275 sekolah SMA Negeri, 219 sekolah swasta dan 56 SLB. Dari jumlah sekolah tersebut, total personel PNS guru, pengawas dan tenaga administrasi di tingkat SMA sebanyak 6.822. Dengan demikian mutasi di tingkat SMA sederajat kini menjadi kewenangan Provinsi Sultra.

BACA JUGA: Dikbud Sultra: Mutasi Kepsek di Wakatobi Melanggar Aturan

“Bagi kabupaten atau kota, dilarang untuk melakukan mutasi berdasarkan surat Menteri Dalam Negeri dan Menpan-RB. Yang berhak melakukan mutasi adalah pejabat pembina kepegawaian di tingkat provinsi dalam hal ini gubernur,” bebernya.

Diakui, pengalihan kewenangan ini ikut berdampak pada alokasi anggaran yang selama ini diberikan kepada kabupaten atau kota. Dana Alokasi Umum, akan diturunkan ke provinsi khusus pembayaran gaji dan biaya lainnya untuk PNS di tingkat SMA sederajat.

Dampak lain pengalihan kewenangan dari kabupaten ke provinsi ini adalah adanya perubahan struktur organisasi di Diknas Provinsi Sultra. Jika tadinya ada PAUD dan Pendidikan Dasar maka akan dihilangkan.

“Yang ada hanya seksi perbantuan saja. Nanti akan ada kepala bidang SMA, SMK dan layanan khusus dan PTK dan Kepala Bidang Perencanaan. Sekarang Kementerian Keuangan, Bappenas dan Kementerian Pendidikan telah bersepakat mencocokan DAU yang akan turun,” katanya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...