bermain tugu religi kendari
Tugu Religi SUltra. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Wali Kota Kendari, Asrun, mengaku tidak ambil pusing dengan keputusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengambil alih pengelolaan lahan Eks MTQ, lokasi Tugu Religi berdiri.

Kendati demikian, wali kota dua periode ini berharap pengelolaan yang akan dilakukan Pemprov Sultra lebih tertib sehingga tidak membuat semrawut Kota Kendari.

“Kalau mau diambil alih tidak apa-apa, itu hak mereka karena Eks MTQ Kendari aset pemprov. Hanya mengenai izin disitu harus kita tahu, jangan sampai dibikin semau-maunya, jangan sampai kota ini semrawut. Kalau semrawut kota, biar tanahnya provinsi dianggap Kota Kendari yang bertanggung jawab,” ujar Asrun, Rabu 21 Desember 2016.

Bahkan, Ketua DPD PAN Kota Kendari ini, merasa bersyukur dengan pengambilalihan aset yang kini bernama Tugu Religi Sultra tersebut.

Asrun mengatakan, jika ikon Kota Kendari tersebut dipercayakan kepada Pemkot Kendari, maka dia yakin pengembangan lokasi itu akan lebih baik.

Asrun berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang publik.

Dia mengakui, memang pihak pemkot dan pemprov terikat perjanjian atas pengelolaan tugu religi ini.

Pemprov meminta pemkot untuk mengenakan biaya kepada pihak melaksanakan kegitana di tugu religi, dan kemudian hasilnya dibagi untuk menjadi PAD.

“Kalau diserahkan ke pemkot, cenderung kami akan jadikan ruang publik. Sementara di sisi lain pemprov mereka mengingkan PAD yang besar. Sehingga menjadi ambigu buat Dinas Pendapatan Kota Kendari,” terang Asrun.

“Kalau masih diserahkan ke pemkot, kebersihannya kita jamin. Nanti pemkot yang bersihkan, hanya kita sepakat jangan ada pungutan di sana,” tuntasnya.

Kepala Dinas Pendapatan Kota Kendari, Nahwa Umar mengungkapkan, pengambilalihan tugu religi disebabkan setoran pemkot ke pemprov dianggap kecil.

Nahwa menambahkan, kesepakatan PAD dari pengelolaan tugu religi yakni 75 persen untuk pengelola dan 25 persen untuk pemilik aset.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A Ishaq

Facebook Comments
loading...