Pembusur Kendari
Muh. Azhari memegang ketapel busur. (KABARKENDARI/KAMARUDDIN)

Kabarkendari.com – Teka-teki pembusur misterius yang kerap beraksi di Kota Kendari akhirnya terjawab. Pelaku yang dikenal licin itu terbilang sulit dilumpuhkan petugas. Selain karena beraksi dimalam hari, pelaku juga pandai menghilangkan jejak. Namun Malam kemarin, Sabtu 27 Agustus 2016 sekira pukul 22.45 Wita, menjadi hari naas pelarian si pembusur.

Polres Kendari membutuhkan pembentukan tim khusus untuk melumpuhkan pembusur misterius ini. Tim tersebut bernama Batman (Bantuan Pengamanan) terdiri dari unsur Intel, Reskrim dan Satuan Sabara.

Setelah hampir satu purnama bekerja, si pembusur misterius berhasil dibekuk tanpa perlawanan berarti. Identitas pembusur misterius itupun terkuak. Nama aslinya Muh. Azhari. Pelaku masih berstatus pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Kendari.

Muh. Azhari tidak sendiri. Saat ditangkap di bilangan Jalan Madesabara, Kecamatan Mandonga, Kendari, ia tengah bersama 11 orang rekannya. Diduga mereka merupakan komplotan pembusur misterius yang selama ini meresahkan warga Kota Lulo.

Penangkapan komplotan ini bermula saat razia malam kemarin. Razia yang dipimpin Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kendari, Komisaris Polisi Febri semula menyasar geng motor.

Saat berada di Jalan Madesabara, tim Batman dengan mengendarai motor trail mendapati komplotan Muh. Azhari yang asik melakukan balapan liar di jalan Genjeran di Kendari. Aksi kejar-kejaran dengan kepolisian pun tak terhindarkan. Karena kelihaian tim Batman, geng motor Muh. Azhari kelimpungan, kocar kacir hingga ditangkap satu-persatu.

“Berhenti. Jangan ada yang bergerak. Matikan motor kalian. Tunjukan surat-surat dan tiarap dijalan,” teriak Kompol Febri.

Saat pemeriksaan kendaraan, Muh. Azhari tampak kikuk. Rupanya remaja tanggung yang berdomisili di Jalan HEA Mokodompit ini, menyembunyikan busur serupa ketapel terbuat dari besi. Sementara panah busur diduga telah dibuang saat aksi kejar-kejaran.

” Barang bukti yang diamankan ketapel atau pelontar panah. Untuk benda tajamnya tidak ada,” tutur perwira polisi ini yang tidak lain mantan Kabag Ops Polres Bau-Bau.

Pihaknya kemudian mengamankan Muh. Azhari bersama satu unit motor Yamaha RX King, bernomor polisi DT 3380 AD. Tidak hanya Muh. Azhari polisi juga menggelandang 11 orang rekannya yang masih berstatus pelajar ke Kantor Kepolisian Sektor Mandonga. Akibat perbuatannya ini Muh. Azhari dijerat Undang-Undang Darurat. Sementara untuk aksi pembusuran masih akan didalami.

“Paling tidak bisa diberi pelajaran agar ada efek jera juga. Karena lokasi ini (Genjeran) paling rawan terjadi tindak pidana. Makanya sasaran kami adalah geng motor yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...