usman rianse
Rektor Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Profesor Usman Rianse. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Rektor Universitas Halu Oleo Kendari, Profesor Usman Rianse angkat bicara mengenai tudingan berhentinya pembangunan rumah sakit pendidikan karena terindikasi korupsi.

“Rumah sakit diisukan berhenti karena terindikasi korupsi, bukan. Itu karena moratorium dan sekarang baru saya tanda tangan tambahan dana untuk rumah sakit sebesar Rp 10 miliar,” tangkisnya.

Rencananya, kata Prof Usman, Rumah Sakit UHO Kendari akan dibangun dengan anggaran Rp 50 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), namun karena ada moratorium sehingga dananya dicairkan secara bertahap.

Rektor UHO dua periode ini mengaku, hingga kini pihaknya terus melakukan upaya dengan meminta pertimbangan dan mendiskusikan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.

“Kita menunggu anggaran pusat atau kita menggunakan anggaran lain yang sah menurut hukum. Misalnya, sharing profit atau sharing investasi, dan saya sudah diskusikan Sekjen Kemristekdikti tapi sampai sekarang belum ada jalan keluar,” katanya.

“Mungkin karena masa jabatan saya sekarang semakin dekat. Tidak mungkin saya mengambil risiko untuk Rektor yang akan datang,” tambah Prof Usman.

Menurut dia, anggaran yang baru didapat Rp 10 miliar bisa dimanfaatkan untuk penuntasan lantai satu dan lantai dua.

“Itu bukan multiyears. Tapi dianggarkan secara berkelanjutan tidak ada lagi multiyears sekarang,” tandas Prof Usman.

Penulis : La Ode Kasman
EditorĀ  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...