APBDP Sultra
Sekretaris Komisi I DPRD Sultra, A. Bustam (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan atau APBDP Provinsi Sultra 2016, mulur dari jadwal yang ditentukan. Mulurnya jadwal tersebut membuat sejumlah anggota DPRD Sultra geram.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo mengatakan mulurnya pembahasan APBD hampir setiap tahun terjadi.

“Kita harap secepatnya. Jangan lambat lagi. Apalagi negara kita dalam situasi keuangan yang tidak baik. Kalau perlu, tidak perlu perubahan jika tidak signifgikan perubahannya,” kata Yaudu ditemui di gedung DPRD Sultra, Rabu 14 September 2016.

Pembahasannya, kata Yaudu, harusnya sudah masuk minggu ini. Hanya saja, hingga saat ini Pemprov Sultra belum menyerahkan dokumen APBDP 2016 untuk dibahas lebih lanjut.

“Ini sudah sangat terlambat harusnya sejak Agustus sudah masuk. Ini menjadi sering terulang. Kita juga sering tegaskan untuk tidak mengulanginya. Tapi, terulang terus. Mungkin karena kebiasaan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Sultra A Bustam mengatakan Badan Musyawarah sementara merancang jadwal pembahasan APBDP 2016. Satu hal yang tidak bisa dihindari adalah kebijakan pengurangan anggaran yang berdampak pada mulurnya pembahasan APBDP 2016.

“Agak menyulitkan kita dalam perubahan adalah sesuatu hal sudah direncanakan tapi anggarannya sudah tidak ada. Pemotongan DAU, dana bagi hasil, transfer maka punya dampak di APBD perubahan. Di Induk estimasinya sudah cukup, namun ada perubahan di tingkat pusat,” katanya.

Politikus Partai Gerindra ini berharap, mulurnya pembahasan APBDP ini tidak berdampak pada pembahasan APBD 2017. Sebab, bila APBDP 2016 tidak selesai dibahas hingga November, maka APBD induk 2017 susah untuk dipercepat pembahasannya karena butuh waktu lama.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...