Pelabuhan Makassar
Ilustrasi Kapal Kargo. (Foto:www.unsplash.com)

MAKASSARPT. Pelindo IV Makassar mengajak pelaku pelayaran domestik lokal untuk mendukung konektifitas pelabuhan Makassar dengan sejumlah pelabuhan lainnya di Indonesia timur.

Direktur Utama PT. Pelindo IV Makassar, Dozo Agung menjelaskan direct call pelabuhan Makassar itu sebenarnya sangat menguntungkan masyarakat di timur Indonesia, karena selama ini ekspor selalu melalui Surabaya.

“Surabaya-Tanjung Priok, costnya mahal dan masih pakai metode lama. Kita tidak usah terjebak dengan ekspor langsung atau tidak. Yang jelas biayanya bisa lebih murah dan cepat. Apakah kita mau kembali lagi ke sistem jaman dulu,” ujarnya.

Logistik itu, lanjutnya ada beberapa faktor diantaranya adalah kecepatan delivery artinya bagaimana kecepatan barang itu sampai ke tujuan.

“Kemudian cost atau biaya yang lebih mahal. Terakhir kualitas barang, jasa pelayanan mulai dari pengangkutan barang hingga fasilitas yang memadai,” ungkapnya

Makassar ini sudah masuk pelayanan pelabuhan berskala internasional. Tak perlu terjebak dengan istilah direct call atau direct ship. Tetapi substansinya mana yang lebih bagus dan lebih murah bagi pemilik barang.

Pelindo hanya melancarkan distribusi logistik masuk, menurutnya itu saja yang dipikirkan sebagai operator. Kapal itu tujuannya berbeda-beda , apakah main line operator atau shipping line luar negeri.

Dia mengaku akan menyiapkan armada baru, jika volume ekspor Sulsel sudah cukup. Meski belum signifikan, volumenya terus tumbuh sejak direct call diberlakukan tahun ini.

“Kenapa kita tidak bangga dengan pencapaian. ini. Sudah berapa puluh tahun kita mencoba cara ini. Pemilik barang sebagai pengguna sudah merasakan langsung manfaat direct call,” ungkapnya.

Angkutan barang impor di pelabuhan-pelabuhan lain bisa menguntungkan masyarakat di Sulsel jika dibongkar langsung di pelabuhan Makassar.

“Anda bisa lihat seperti barang impor seperti informa yang selama ini dibongkar harus melalui pelabuhan di surabaya. Saat ini sudah bisa langsung ke Makassar, akhirnya kita bisa menikmati harga yang lebih murah,” ujar dia.

Dia menambahkan Pelindo 4 mengajak semua pelayaran domestik bersama-sama memajukan Indonesia Timur. “Sebentar lagi koridor direct ekspor via bitung dan balikpapan akan kita launching. Hal ini butuh pelayaran domestik yg kuat dan mumpuni untuk melancarkan konektivitasnya,” ungkap dia.

Sementara itu Kadisperindag Sulsel, Hadi Basalamah menjelaskan direct call ini bisa memangkas biaya tinggi barang impor yang dinikmati masyarakat Sulsel dengan harga yang lebih murah.

Demikian juga, ekspor langsung ini bisa mendatangkan sumber devisa negara dari impor yang langsung masuk ke pelabuhan Makassar. “Kita perlu surplus melalui penerimaan devisa negara yang masuk ke Sulsel. Baik itu dalam bentuk mata uang asing seperti yen, dollar, dan uang asing lainnya,” ucap dia.

Selain itu, lanjutnya distribusi barang ekspor Sulsel bisa lebih cepat sampai ke tujuan. Sehingga daya saing komoditas ekspor Sulsel lebih kompetitif.

“Kita ingin komoditas agribisnis yang jadi andalan Sulsel bisa tembus ekspor semua. Ini direct call, dari sini ke Hong Kong misalnya singgah ke Surabaya kontainernya tetap diatas kapal. Kalau kontainernya turun dari kapal itu namanya antar pulau, bukan ekspor langsung lagi,” kata Hadi. (***)

Sumber: KabarMakassar.com

Facebook Comments
loading...