tka tiongkok di morosi
Menunggu pesanan, beberapa tenaga kerja asal Tiongkok di PT VDNI mengobrol di depan Kedai. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari UMK), melakukan aksi demonstrasi di Kantor Imigrasi Kendari, Selasa 20 Desember 2016, terkait adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga ilegal sedang mengurus perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).

Seperti dilaporkan, ada sekira 30 TKA yang bekerja di perusahaan tambang PT Bintang Delapan Mineral (BDM) di Morowali, Sulawesi Tengah, sedang melakukan pengurusan perpanjangan KITAS di Kantor Imigrasi Kendari.

Mahasiswa UMK menganggap keberadaan TKA di Indonesia saat ini merupakan ilegal karena tidak menggunakan visa ketenagakerjaan tapi menggunakan visa kunjungan.

“Ini aneh, visa kunjungan digunakan sebagai izin atau dokumen untuk bekerja di PT BDM. Ini melanggar aturan dan merupakan tindak pidana dalam hal tenaga kerja. Terlebih lagi, tenaga kerja lokal dibiarkan menganggur dan pemerintah lebih memilih mempekerjakan TKA. Kami meminta imigrasi tegas dan memulangkan atau mendeportase para TKA ini,” kata kordinator aksi Bram Barakati dalam orasinya.

Lebih lanjut Bram menerangkan, ada permainan antara pemerintah, imigrasi, Dinas Ketenagakerjaan serta kepoliaian dalam melegalkan para TKA ini masuk di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Saat demo ini berlangsung mahasiswa meminta TKA asal BDM tersebut dilarang mengurus izin dan diminta untuk pulang di negara mereka di Tiongkok.

Aksi ini sempat bersitegang antara pendemo dan Imigrasi Kendari, namun karena ketatnya pengawalan demo dari Kepolisian Resor Kendari sehingga semuanya berjalan aman dan humanis.

“Menjadi pertanyaan, mengapa para TKA PT BDM ini melakukan pengurusan izin di Sulawesi Tenggara. Memang di Sulawesi Tengah tidak ada Kantor Imigrasi seperti Kendari. Makanya kami menganggap atau menduga bahwa Imigrasi Kendari sudah menerima fee dari hadirnya TKA PT BDM ini,” katanya lagi.

Akibatnya saat aksi demo berlangsung, para TKA PT BDM tidak berani keluar dari bus yang diketahui dimuat menggunakan bus milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang merupakan rekan kerja PT BDM di Morowali. Para mahasiswa melarang TKA untuk mengurus izin di Kendari.

Menurur Bram, selain menggunakan visa kunjungan para TKA yang ada dalam bus IMIP merupakan TKA ilegal yang tidak mempunyai dokumen resmi. “Buka ini bus, mari kita saksikan sama-sama bahwa wajah-wajah TKA ini tidak sesuai dengan dokumennya,” teriak Bram.

Namun permintaan ini tidak disahuti oleh pihak Imigrasi Kendari karena diduga kuat dokumen TKA memang tidak sesuai dengan TKA itu sendiri. Sehingga para mahasiswa juga yang seakan melakukan sidak di Imigrasi Kendari hanya diberikan dokumen hasil foto copy.

Sementara itu, pihak Imigrasi Kendari yang menemui para mahasiswa melalui Kepala Bidang Intelejen Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra, Subandriani menerangkan bahwa para TKA tersebut hanya mengurus KITAS yang menjadi hak semua warga negara.

“Ini hanya mengurus KITAS, makanya kami layani. Soal menjadi TKA itu ada mekanismenya dan silakan ke Disnaker. Disini prosedur izin KITAS itu sudah sesuai dan ini perintah pimpinan,” jelasnya singkat.

Namun sayangnya Kepala Imigrasi Kendari yang seharusnya menemui pendemo tidak berada di tempat. Imigrasi berdalih bahwa pimpinan mereka sedang berada di Jakarta. Dalam masalah ini, pihak PT BDM yang dimintai komentar tidak berada di tempat pula.

Berkaitan dengan ini, Kabarkendari.com pernah mewawancarai I Made Putra yang merupakan pekerja PT BDM dan bertugas di Bandara Halu Oleo Kendari untuk mengawal TKA PT BDM. Hasilnya, memang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ini, hadir di PT BDM untuk bekerja.

“Iya mereka kerja. Tapi saya hanya bagian kawal mereka dari Bandara sampai di penyeberangan di Kasilampe menuju Morowali,” kata Putra.

Jumlahnya kata Putra, setiap hari para WNA Tiongkok masuk di PT BDM berjumlah sampai 60 orang. Itu belum terhitung dari PT BDM menuju Jakarta untuk memperpanjang KITAS.

“Saya tidak tahu bagaimana status mereka. Saya hanya urus keberangkatan dan kedatangan mereka. Memang kerja di PT BDM,” jelas Putra.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...