Oknum KPU Sultra
Hidayat ditemukan terbaring dalam kondisi sudah membusuk oleh Azwil, tetangga korban, Rabu 16 November 2016, sekitar pukul 07.15 Wita.(KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara, Hidayat, ditemukan tewas dalam rumahnya di BTN Permata Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua.

Hidayat ditemukan terbaring dalam kondisi sudah membusuk oleh Azwil, tetangga korban, Rabu 16 November 2016, sekitar pukul 07.15 Wita. Azwil mengambil inisiatif mengecek rumah korban karena sudah beberapa hari korban tidak terlihat melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

“Waktu saya masuk, ada bau busuk tercium dalam rumah. Saya seluruh ruangan dan periksa kamarnya Pak Hidayat ini ternyata sudah dalam keadaan tidak benyawa dan membusuk,” kata Azwil kepada Kabarkendari.com.

Atas temuannya itu, Azwil lalu memberitahu warga sekitar untuk menghubungi polisi. Selang 30 menit kemudian anggota Kepolisian Resor Kendari dan Kepolisian Sektor Baruga datang untuk melakukan identifikasi. Hingga kini belum diketahui penyebab kematian korban. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kami masih melakukan identifikasi dan melakukan autopsi di RS Bhayangkara. Untuk saat ini belum bisa disimpulkan penyebab kematiannya,” kata Kepala Polres Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi Sigid Hayadi.

BACA JUGA: Pengunjung Hotel Zenith Kendari Tewas Dalam Kamar

Sigid menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan di lapangan, korban diketahui mengidap penyakit. Namun penyakit yang diderita korban belum juga diketahui. Katanya, dokter forensik RS Bhayangkara sementara bekerja melakukan pemeriksaan luar dan dalam.

“Katanya sakit. Dugaan awal meninggal karena sakit. Tapi kita akan periksa untuk benar-benar memastikan apa penyebab kematian korban,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekretariat KPU Sultra Saprudin mendengar kejadian ini langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP), Safrudin mengaku, memang korban selama bekerja mengidap penyakit namun dirinya juga tidak tahu. Korban bekerja di bagian staf KPU Sultra dan sering mengurusi honorarium pegawai KPU Sultra.

“Tapi bukan bendahara, hanya pernah geluti kerjaan itu makanya kita tempatkan di staf keuangan. Terakhir masuk kantor pekan kemarin. Kami juga bertanya-tanya kemana korban ini. Rupanya kami dapat kabar sudah meninggal,” kata Safrudin.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...