Pascakebakaran, Keamanan Anggota KPU Muna Terancam
Dua komisoner KPU Muna, Andi Arwin (kanan) dan Suleman Loga (kedua dari kanan) saat mengikuti sidang DKPP belum lama ini. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Pascakebakaran dua rumah milik anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU Muna, keamanan dan kenyamanan komisioner menjadi terancam.

Hal ini dirasakan salah seorang anggota KPU Muna, Suleman Loga. Menurut Suleman, secara psikologi, seluruh komisioner terancam keamanannya setelah rumah dua komisioner LM Amin Rambega dan Andi Arwin dibakar orang tak dikenal.

“Secara psikologi kami terancam. Bisa jadi dalam satu dua hari ini kami juga mendapatkan hal serupa baik pribadi dan keluarga kami,” terang Suleman, kepada kabarkendari.com, Selasa 2 Agustus 2016.

Terkait dengan keamanan komisioner, KPU Muna Sudah berkoordinasi dengan Kapolres Muna. Seluruh komisioner, tutur Suleman, dijaminkan pengamanan secara terbuka maupun tertutup.

“Polisi sudah melakukan pengamanan. Mereka terus pantau gerakan komisioner. Rumah komisioner juga dikawal. Sejauh ini, kita tidak mendapatkan ancaman secara langsung atau tidak langsung dari oknum,” bebernya.[irp posts=”1562″ name=”Komisioner KPU Muna Diberi Pengamanan Khusus”]

Suleman mengaku, sangat menyayangkan tindakan brutal oknum tidak bertanggung jawab terhadap personal KPU Muna hingga terjadi pembakaran rumah.

Pada dasarnya, kata dia, tidak ada yang perlu disalahkan terhadap langkah KPU Muna dalam menetapkan pasangan calon terpilih di Pemilihan Kepala Daerah Muna.

” Kita hanya laksanakan perintah undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Selama proses Pilkada di Muna, lanjut Suleman, pihaknya tidak pernah menciderai kepentingan calon. Mulai dari tahapan Pilkada 9 Desember hingga Pemungutan Suara Ulang atau PSU jilid dua, KPU menjalankan tugas berdasarkan undang-undang.

“Kita harap kepada semua pihak untuk tenang. Kita hanya mengamankan, melayani, dan memutuskan, berdasarkan undang-undang,” tegasnya.

Penulis: Pandi

Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...