Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Sebanyak 20 Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan kehilangan jabatan setelah Pilkada 2015. Gelombang PNS nonjob diperkirakan akan terus meningkat pasca Pilkada Serentak di sejumlah daerah di Sultra.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas mengatakan para PNS yang kena nonjob harus menerimanya dengan lapang dada. Lukman Abunawas mengatakan nonjobnya para PNS tersebut merupakan konsekwensi dari keterlibatan mereka dalam politik Pilkada.

“Harus terima resiko karena calonnya tidak menang,” katanya usai mengikuti rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, Selasa 21 Maret 2017.

Ia juga mengingatkan fenomena PNS nonjob masih akan terjadi pada sejumlah daerah di Sultra yang menggelar Pilkada Serentak 2017, termasuk Kota Kendari.

“Tapi paling banyak Konsel. Memang ini tidak bisa kita ingkari kalau memang pengaruh pilkada kemarin. Maka yah terima saja,” jelasnya.

Para PNS yang dinonjob, kata Lukman Abunawas, sebenarnya adalah PNS yang memang sebelumnya tidak mempunyai jabatan. Seiring dengan adanya Pilkada maka para PNS itu mencoba mengadu nasib dengan mengunggulkan salah satu pasangan calon.

“Tetapi kalah calonnya maka ini pengaruhnya. Harapannya bisa punya jabatan kalau mendukung calon, ternyata calon yang didukung tidak menang maka kembali lagi,” jelasnya.

Para PNS Konsel yang kehilangan jabatan, kemarin mengadu ke Gubernur Sultra, Nur Alam. Menanggapi hal ini, Pemprov Sultra tidak memberikan jaminan untuk menampung semuanya.

“Karena kita over load. DAU kita juga hanya 50 persen saja. Jadi tidak memungkinkan untuk menerima PNS,” jelasnya.

Soal PNS yang dinonjob baik di Konsel, Kolaka Utara dan Kendari, sistem penggajiannya akan disesuaikan dengan aturan ASN. Jika selama masa nonjob di wilayah kerja pertama dan belum diterima dipemprov, akan berpengaruh terhadap gaji mereka.

“Soal itu kan ada SKPP dan langsung dibayarkan gajinya. Yah nanti akan berpengaruh pada kepangkatannya nanti. Tidak bekerja kan,” tukasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...