Bayi Kembar Gizi Buruk
Nur Aisyah dan Nur Azizah, Sepasang bayi kembar perempuan penderita Gizi Buruk asal Desa Saponda Laut, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Setelah menjalani perawatan selama 21 hari, Nur Aisyah Ramadani, meninggal dunia Selasa 26 Juli 2016.(KABARKENDARI/Suwarjono)

KabarKendari.com- Setelah menjalani perawatan selama 21 hari, Nur Aisyah Ramadani, meninggal dunia Selasa 26 Juli 2016. Pasangan kembar dari Nur Azizah Ramadani ini menderita gizi buruk.

Baca Juga : Bayi Kembar asal Konawe Ini Alami Gizi Buruk

Saat ini jasad bayi yang baru berusia 48 hari itu, berada di ruang jenazah RSUD Bahteramas. Rencananya, orang tuanya akan membawa kembali ke kampungnya di Desa Saponda Laut, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah, RSUD Bahteramas, Masita mengatakan Nur Aisyah menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 15.30 Wita.

“Rencana mau dibawa rumah orang tuanya, tapi masih tunggu konfirmasi dari Puskesmas Soropia apakah mereka datang jemput atau kami yang antar pakai ambulans di sini,” ujar Masita dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa 26 Juli 2016.

Masita mengaku tidak mengetahui persis penyebab bayi Aisyah meninggal. Namun, yang pasti pasangan kembar dari keluarga kurang mampu ini dirawat di rumah sakit bahteramas karena menderita gizi buruk.

Kembaran Nur Aisyah, Nur Azizah Ramadani kondisinya juga masih belum membaik setelah sebelumnya dipulangkan ke rumahnya di Saponda Laut.

“Sebelumnya sempat dipulangkan karena dokter menganggap sudah baikan. Namun, baru sehari berada di Saponda Laut, mereka dibawa kembali ke rumah sakit karena terkena diare,” katanya.

Nur Aisyah Ramadani dan Nur Azizah Ramadani menjali perawatan di RSUD Bahteramas sejak 11 Juli 2016. Karena ketiadaan biaya, selama di rumah sakit anak dari pasangan Suding dan Dewi ini hanya mengandalkan bantuan dari para dermawan, termasuk perawat.

Penulis: Temon

Editor: Zainal A. Ishaq

 

Facebook Comments
loading...