Kasus Narkoba di lapas
Sejumlah napi di salah satu Lapas Klas II A Kendari. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com РAparat Kepolisian Sektor Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu 6 Agustus 2016, berhasil menggagalkan peredaran narkoba yang dikendalikan dari Lapas Kendari.

Kepala Polsek Mandonga Komisaris Polisi Robby Topan Manusiwa, mengungkapkan telah mengamankan lima pengedar narkoba jenis sabusabu atas nama One, Ramadan, Afandi, Ikbal, dan Arifin.

Kelimanya ditangkap usai melakukan transaksi jual beli narkoba dengan sistem tempel atau disimpan pada suatu tempat dan diambil dengan cara diam-diam.

Kapolsek memaparkan, para pelaku dikontrol oleh dua di Lapas Klas 2A Kendari bernama Koni dan Nasir. Komunikasi itu dibangun melalui telepon seluler dari dalam Lapas.

Menurut Robby, kelima pelaku mendapat perintah dari Koni dan Nasir untuk mengambil dan membawa narkoba ke pembeli.

“Narkoba ini katanya dari Makassar. Dibawa oleh seseorang dan disimpan di samping Karaoke Diva. Nah, tersangka nama One ini disuruh oleh rekannya dari dalam Lapas Klas 2A Kendari bernama Koni untuk mengambil 17 gram narkoba itu. Namun belum sampai ke pembeli sudah kami tangkap,” ceritanya.

Sementara tersangka lain bernama Ramadan, Afandi, Ikbal, dan Arifin menurut Robby, selalu mendapatkan perintah dari Nasir, pria berstatus napi kasus narkoba.

Pada saat proses pengungkapan kasus, beber perwira polisi ini, Ramadan baru saja mengambil barang dari Nasir dengan sistem tempel.

“Untuk Ramadan kita tangkap dengan barang bukti berupa 1 paket kecil berjumlah 1 gram narkoba. Barang ini diambil dari Nasir, narapidana di Lapas Klas 2A Kendari. Jadi komunikasinya lewat telepon,” beber Robby.

Sedangkan Afandi, Ikbal, dan Arifin berhasil dicegat saat ingin membawa uang Rp 500 ribu ke Nasir pada malam saat pengungkapan kasus. “Uang itu akan dibawa ke Nasir di Lapas Klas 2A Kendari. Katanya uang pinjaman. Namun bisa kita duga bahwa uang itu hasil penjualan sabu karena mereka ada kaitannya dengan kasus ini,” jelasnya.

Penulis : Egi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...