Ketua Panwaslih Kota Kendari, Alasman Mpesau.
Ketua Panwaslih Kota Kendari, Alasman Mpesau. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Panitia Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kota Kendari telah menemukan pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara selama tahapan Pilkada 2017.

Ketua Panwaslih Kota Kendari Alasman Mpesau mengatakan, pihaknya menemukan lima orang Aparatur Sipil Negara terlibat dalam politik praktis di Pilwali Kendari.

Kelima ASN tersebut, diketahui ikut dalam deklarasi bakal pasangan calon Pilwali Kendari. Pada deklarasi pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain ditemukan seorang oknum PNS berinisial AR. AR berdinas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari.

Di hari kedua pada saat deklarasi pasangan bakal calon Abdul Rasak-Haris Andi Surahman, Panwaslih mengaku tidak menemukan keterlibatan PNS meski ada info bahwa sejumlah PNS juga ikut serta.

Di hari ketiga, tepatnya 23 September 2016, ditemukan lagi empat PNS yang ikut dalam deklarasi pasangan balon Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud.

Keempatnya adalah SH yang bertugas di lingkup Diknas Kota Kendari, Guru SMPN 9 Kota Kendari. Kedua, berinisial JM yang bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sultra. Ketiga, AWJ yang bertugas di Sekretariat Daerah Pemprov Sultra dan AN yang bertugas di Diknas Pemkot Kendari.

“Ini semua temuan Panwascam kami di lapangan. Mereka ditemukan aktif, bahkan ikut berada di atas panggung. Ada juga yang bagi-bagi stiker bakal calon,” jelasnya.

“Nanti, Komisi ASN yang akan menindaklanjuti hal ini. Bawaslu RI juga akan langsung memantaunya dan sementara berkoordinasi dengan Kemenpan-RB dan Mendagri,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi pelanggaran terulang, Panwaslih telah menyurat kepada seluruh instansi terkait agar mengimbau aparatnya untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...