Aksah ORI Sultra
Ketua ORI Perwakilan Sultra, Aksah. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menyayangkan pernyataan Wali Kota Kendari, Asrun, yang menyebut lelang proyek pembangunan fisik Pasar Rakyat Baruga telah sesuai prosedur.

“Kalau wali kota tidak mau melaksanakan seperti yang telah direkomendasikan ORI, kita lihat saja nanti. Ya, pasti salah satunya kita akan lanjutkan ke KPK,” kata Aksah, Kepala Perwakilan ORI Sultra, Kamis 15 Desember 2016.

Dia menjelaskan, temuan maladministrasi pada lelang pembangunan fisik Pasar Rakyat Baruga bukan berdasarkan kehendak ORI, tetapi akumulasi klarifikasi keterangan dari panitian lelang.

Selain itu, beber Aksah, ORI juga telah meminta keterangan ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI. Ahli yang dimintai keterangan tempo itu yakni Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP-RI, Setya Budi Arijanta.

“Menurut wali kota sudah benar tapi menurut Peraturan Presiden Nomor 54 dan seluruh perubahannya, proses lelangnya salah. Jangan sampai wali kota tidak membaca Perpres,” Sesal Aksah.

Aksah mengatakan maladministrasi terjadi karena PT Tocipta Sarana Abadi ditentukan sebagai pemenang lelang. Padahal perusahaan itu tidak memenuhi syarat.

Sesuai Perpres yang dijelaskan ahli LKPP-RI, jelas Aksa, kepada perusahaan baru jika tidak memiliki kemampuan dasar itu tidak bisa ditentukan sebagai pemenang, karena proyek pasar Baruga masuk kategori non kecil sebab anggarannya Rp 9,2 miliar.

“Bisa dijadikan pemenang kecuali PT Tocipta Sarana Abadi sudah mengerjakan proyek senilai Rp 3 miliar. Tapi kenyataannya perusahaan ini belum pernah, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai pemenang,” tandasnya.

Masih kata Aksah, bisa tidak memiliki kemampuan dasar kecuali kategori proyek kecil. Berdasarkan Perpres yang masuk dalam usaha kecil mikro senilai Rp 2.000.500.000 atau Rp 2 miliar lima ratus ribu, jika di atas itu sudah kategori non kecil.

“Itulah yang dilanggar panitia lelang dan itulah maladministrasinya, meloloskan dan memenangkan perusahaan yang tidak memenuhi syarat,” pungkas Aksah.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A Ishaq

Facebook Comments
loading...