ori sultra
Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Aksah. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Sulawesi Tenggara, Aksah, tidak menampik jika dinas pendidikan dan kebudayaan telah melakukan pembatalan atas penotongan gaji guru SMA dan SMK.

Aksah mengaku, pihaknya telah mendapatkan fotocopy surat pembatalan. Kendati demikian, ORI tidak akan percaya begitu saja, sehingga akan akan melakukan pengecekan langsung kepada guru-guru yang pernah mengadu ke ORI melalui telepon.

Dia mengungkapkan, surat kadis dikbud kepada Direksi Bank Sultra atas pemotongan gaji guru dilayangkan pada 24 Januari 2017. Mengetahui hal itu, kata Aksah, ORI langsung meminta Kadis Dikbud Sultra untuk meninjau kembali surat tersebut.

Permintaan itu dilakukan melalui media massa. Selanjutnya, ungkap Aksah, melalui pemeriksaan tiga pejabat Dikbud Sultra, terkuak bahwa kadis mengeluarkan surat baru pada 31 Januari 2017 yang berisi pembatalan pemotongan gaji guru.

“Kami sudah minta melalui media massa, supaya kadis meninjau kembali. Dan pada tanggal 31 Januari dikeluarkan surat baru untuk dilakukan pendebetan kembali, uang yang sudah dipotong dikembalikan ke rekening masing-masing guru,” Terang Aksah, Kamis 2 Febriari 2017.

“Nanti kita akan cek dulu, terutama kepada guru yang pernah melapor dan menelpon ke ORI Sultra. Apakah gaji mereka sudah kembali atau belum, kalau belum kami akan meminta keterangan Direksi Bank Sultra,” tegasnya.

Aksah membeberkan, pihak Dikbud Sultra mengakui belum ada sosialisasi yang baik kepada guru-guru, sebelum memutuskan melakukan pemotongan gaji.

“Sehingga mengagetkan ketika gaji mereka dipotong. Sekarang mereka akan melakukan sosialisasi dulu, yang sudah dipotong dikembalikan dulu,” ucapnya.

Masih kata Aksah, ORI Sultra meminta dikbud tidak boleh melakukan pemaksaan dalam memasukan setiap guru ke koperasi. Karena dalam undang-undang koperasi keanggotannya bersifat sukarela dan terbuka.

“Kami sudah menyarankan agar dikbud membuat metode semacam formulir keanggotaan. Bagi guru yang suka atau yang mau masuk anggota silakan mengisi formulir, nanti sudah resmi jadi anggota koperasi baru dipotong,” tuturnya

“Dan kalau yang tidak mau jadi anggota, ya tidak usah mengisi formulir. Jadi pilihannya kembali ke guru-guru, dia mau masuk jadi anggota atau tidak,” pungkas Aksah.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...