Kayu milik Jainuddin
Kayu milik Jainuddin. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Setelah menetapkan pemilik kayu dan kapten kapal sebagai tersangka kasus ilegal loging di Kabupaten Konawe Utara, penyidik Polda Sultra juga mencium adanya keterlibatan oknum anggota Polres Konawe bernisial JU. JU ditengarai kerap menerima upeti dari kedua tersangka.

Kasubdit IV Tipidter, AKBP Hartono, menjelaskan kasus ini terungkap setelah penyidik memeriksa pemilik kayu sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Menurut tersangka, dirinya sering menyetorkan upeti ke JU. Alasannya, JU menjamin pemilik kayu tidak ditangkap.

“Sembarang modusnya. Katanya untuk bos di polda. Padahal tidak benar, makanya tersangka baru menyadari bahwa selama ini percuma,” kata Hartono.

Jumlah upeti yang disetor juga bervariasi. Paling besar kata tersangka, JU meminta dengan imbalan Rp 10 juta. Namun Hartono mengungkapkan, penyidik masih mendalami hal ini dengan mencari alat buktinya. Karena menurut tersangka, JU pernah dikirimi uang.

“Kita cari buktinya dan jika ada kita tetapkan sebagai tersangka,” janjinya.

Saat ini, kata Hartono, pihaknya sementara menyusun surat panggilan untuk JU. Pihaknya akan memeriksa JU dalam waktu dekat ini. Pemeriksaan itu masih sebatas sebagai saksi. Dirinya mengakui nama JU sudah pernah didengarnya namun belum bisa dibuktikan keterlibatannya.

Penangkapan terhadap Jainuddin sebagai pemilik kayu buka kali pertama. Pada tahun 2015 lalu Polda Sultra juga pernah menangkap Jainuddin di Konut. Namun karena dianggap tak cukup bukti, Jainuddin bebas dari jerat hukum.

“Iya memang pernah ditangkap. Hanya saja yang lalu tidak cukup bukti. Makanya kami gelar untuk dikembalikan ke pemiliknya. Belum ada dugaan mengarah ke pejabat seperti yang diduga,” jelas Hartono.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...