Rusman Emba-Malik Ditu
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih periode 2016-2021 LM Rusman Emba dan Abdul Malik Ditu. (KABARKENDARI/TIM RUMAH KITA)

Kabarkendari.com – Teka-teki kapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih, terjawab sudah. Gubernur Sulawesi Tenggara atau Sultra Nur Alam telah memastikan, pelantikan LM Rusman Emba-Malik Ditu akan dilakukan pada Senin pekan depan, 29 Agustus 2016.

Ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra, Nur Alam mengaku, belum menerima surat keputusan atau SK Menteri Dalam Negeri tentang pengesahan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih.

“Namun, protokoler Kementerian Dalam Negeri sudah menyampaikan dan telah menyiapkan pelantikan pada Senin 29 Agustus depan,” ungkap Nur Alam, 22 Agustus 2016.

Seperti diketahui, pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu telah melewati jalan panjang dalam pertarungan di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Muna.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, mampu mengalahkan incumbent, LM Baharuddin yang berpasangan dengan La Pili.

Perseteruan pasangan ini, berlangsung sampai tiga babak Pilkada. Pada Pilkada 9 Desember 2015, pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu kalah dengan selisih 33 suara atas pasangan LM Baharuddin-La Pili. Namun, kemenangan dokter dianulir oleh Mahkamah Konstitusi atau MK dan terpaksa dilanjutkan dengan pemungutan suara ulang atau PSU di tiga TPS.

Di PSU jilid satu, pasangan Rusman-Malik unggul 93 suara hasil akumulasi perolehan secara keseluruhan. Namun, kemenangan Rusman-Malik ini kembali dianulir oleh MK dan terpaksa dilanjutkan dengan PSU jilid dua.

Pada PSU jilid dua, pasangan LM Rusman-Malik masih tetap unggul walaupun suaranya mengalami defisit menjadi 33 suara.

Perolehan 33 suara ini kemudian menjadi hasil akhir dari perjalanan Pilkada Muna. MK secara sah memutuskan kemenangan Rusman-Malik atas pasangan Baharuddin-La Pili.

Kemenangan Rusman ini, menjadi penantiannya selama lima tahun. Sebab, pada Pilkada 2010 lalu, dia kalah atas Baharuddin yang kala itu didampingi Malik Ditu.

Menurut Nur Alam, keduanya akan dilantik Senin pekan depan di Kendari. Segala persiapan tengah dilakukan agar seremonial tersebut dapat berjalan dengan baik dan aman.

Orang nomor satu Sultra ini mengaku, pelantikan pemimpin baru di Muna tidak bisa ditahan-tahan agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan yang panjang di sana.

“Masa transisi pemerintahan di Muna tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kasian masyarakat jadi korban,” kata Nur Alam seraya berpesan, Pilkada sudah selesai, saatnya bahu membahu membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
EditorĀ  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...