Nur Alam di Pulau Bokori
Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam saat berada di Pulau Bokori di sela-sela peringatan HUT ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan kembali membangun satu pusat perbelanjaan megah atau Mal di Kota Kendari. Mal ini disebut lebih megah dibanding dengan yang dibangun sebelumnya; Lippo Plaza Kendari.

Mal megah yang dinamakan Kendari Building Trade Centre ini rencananya akan dibangun di atas lahan eks Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Provinsi Sultra dengan anggaran sebesar Rp 500 miliar. Launching pelaksanaan pembangunan sudah dilakukan bersamaan dengan pemancangan pertama dimulainya pembangunan jembatan Bahteramas Teluk Kendari, Jumat 19 Aguatus 2016.

Nur Alam menjelaskan, mal sangat penting dibangun di Kota Kendari guna menciptakan pusat perekonomian baru bagi masyarakat kota. Ia meyakini, rencana ini akan mendapat respons positif dari masyarakat. Pembangunan Lippo Plaza Kendari yang sebelumnya ditentang banyak pihak, kini menjadi pusat perbelanjaan bagi mereka penentang.

“Dulu pada saat saya rencana bangun, orang-orang banyak yang tidak setuju. Nah, sekarang orang yang menentang ini lebih banyak terlihat di mal dibandingkan saya,” ujar Nur Alam dalam sambutannya di acara pemancangan Jembatan Bahteramas Teluk Kendari.

Menurut dia, dengan adanya pembangunan Lippo Plaza bisa menambah pengetahuan masyarakat mengenai pusat pembelanjaan modern, meski sebenarnya Lippo Plaza masih dianggap sebagai parkiran untuk ukuran orang Jakarta.

“Orang-orang kampung ada yang heran, kok ada palang yang bisa bicara, padahal saat itu mengambil slip parkir. Kok mobil naik di atas atap, padahal memang parkirannya di atas,” canda Gubernur Sultra dua periode ini.

Menanggapi langkah Gubernur Sultra Nur Alam yang gencar membangun mal, Wali Kota Kendari, Asrun mengaku tidak khawatir sebab tidak akan berpengaruh pada pasar tradisional. Karena menurut dia, segmennya berbeda.

“Saya tidak khawatir karena segmennya beda. Jadi kalau kita bangun pasar tradisional lebih bagus, berarti kita membangkitkan ekonomi menengah ke bawah, supaya mereka tetap eksis. Kalau Mal, ya segmen ekonomi menengah ke atas,” terang Asrun saat ditemui usai menghadiri acara pemancangan.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...