Lurah Lepolepo, Arman (paling kanan) sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik.
Lurah Lepolepo, Arman (paling kanan) sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Operasi Tangkap Tangan Satgas Saber Pungli Konawe Selatan terhadap lima oknum PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konsel beberapa waktu laku berbuntut panjang. Proses pencairan dana sertifikasi guru di daerah itu kini terhambat.

Hal ini diungkapkan Khalid Usman, SH, kuasa hukum lima PNS Dikbud Konsel yang terjaring OTT. Pasalnya salah seorang PNS yang terkena OTT merupakan tenaga administrasi yang biasa mengurusi proses pencairan dana sertifikasi guru.

“Berkas pencairan gaji sertifikasi guru juga disita polisi untuk barang bukti. Makanya ini sekarang masih terhambat kepengurusannya. Bayangkan berkasnya dari Moramo, Andoolo, Ranomeeto semuanya diambil dulu untuk barang bukti,” kata Dodi kepada media ini, Selasa 14 Maret 2017.

Sebenarnya, kata Dodi, tidak ada yang salah dengan kerja kepolisian. Dirinya memberikan support kepada polisi di Sultra ini untuk memberantas pungutan liar. Namun dirinya menyayangkan tindakan kepolisian yang terkesan ikut menghambat kepengurusan dana sertifikasi guru di Konsel.

“Ribuan loh ini. Tidak main-main banyaknya. Terus ada yang guru belum gajian selama tiga bulan hanya karena pengurusan yang lama ini. Ditambah lagi berkas yang lain disita polisi. Makanya ini sungguh disayangkan,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, untuk kliennya saat ini semua sudah ditangguhkan penahanannya di kepolisian. Namun dirinya belum mengetahui apakah semuanya bisa berkantor kembali atau tidak.

Ia hanya bisa berharap agar mereka segera kembali bertugas untuk menyusun administrasi kepengurusan di Dikbud Konsel, dan selanjutnya fokus pada proses hukum di Pengadilan Tipikor nanti.

Lima Oknum PNS di Dikbud Konsel terjaring OTT Satgas Saber Pungli pada 27 Februari 2017. Mereka kedapatan melakukan praktek pungutan liar saat proses pencairan dana sertifikasi guru.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...