novel baswedan
Novel Baswedan memasuki ruang pemeriksaan di Polda Sultra. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Rabu 24 Agustus 2016, kembali memeriksa beberapa saksi dalam menuntaskan perkara korupsi pertambangan yang menyeret Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Pemeriksaan dilakukan di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, dipimpin langsung Novel Baswedan.

Pemeriksaan saar ini masih sementara berlangsung di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus atau Ditreskrimsus Polda Sultra. Ada 15 saksi dikabarkan akan diperiksa oleh KPK. Mereka adalah pejabat dan mantan pejabat di lingkup pemerintahan daerah Sultra.

Namun sejauh ini baru tiga saksi yang memenuhi panggilan penyidik, yakni, mantan Kepala Biro Hukum Pemprov Sultra, Kahar Haris, sementara dua lainnya yakni Aminoto Kepala Bidang Lingkungan Hidup serta seorang lagi namanya tidak sempat diketahui.

Kepala Sub Bidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentara Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, membenarkan hal itu. Memamng kata dia, sehari sebelumnya KPK telah menyurat untuk meminjam ruangan Ditreskrimsus sebagai tempat pemeriksaan.

“Kalau KPK ada di Polda yah memang ada. Kedatangan mereka untuk melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Soal kasus yang diselidiki kami tidak tahu. Jumlah mereka juga kami tidak tahu,” kata Dolfi.

Untuk diketahui, penyidik KPK sudah dua hari berada di Kendari, mereka sebelumnya melakukan penggeledahan di Kantor Gubernur Sultra, mereka menggeledah ruang kerja gubernur, ruang kerja wakil gubernur, ruang kerja Sekda Sultra, ruang kerja Kepala Biro Hukum Pemprov Sultra, rumah pribadi Nur Alam, serta kantor dan rumah pribadi Kepala Dinas ESDM Sultra Burhanudin.

Setelah melakukan penggeledahan ini, KPK kemudian melakukan konfrensi pers terkait penetapan tersangka Nur Alam. Saat ini penyidik kembali melanjutkan pemeriksaan yang ada kaitannya dengan kasus ini.

Penulis: Kamarudin
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...