Harlan bersama Hardianti juara O2SN dari Muna Barat
Pelatih karate Kabupaten Muna Barat La Ode Harlan bersama dengan karateka Muna Barat yang lolos di O2SN tingkat nasional, Sitti Hardianti

KabarKendari.com– Dua medali emas yang dipersembahkan karateka Muhammad Miftahul Munir Saleh dan Sitti Hardianti menempatkan Muna Barat sebagai Juara Umum Karate di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, O2SN, Sulawesi Tenggara.

Muhammad Miftahul Munir Saleh dan Sitti Hardianti berhak mewakili Sultra pada tingkat Nasional. Saleh sendiri, merupakan siswa SMA 1 Tiworo Kepulauan (Tikep) dan Hardianti adalah siswi SMA 1 Lawa.

Pelatih Karate Muna Barat, La Ode Harlan Sadia, mengatakan dari enam kelas yang disiapkan. Saleh berjaya di kelas minus 61 Kilogram dan Hardianti menjadi yang terbaik di kelas minus 53 Kilogram.

“Prestasi ini cukup membanggakan buat Muna Barat sebagai kabupaten baru. Sebab, sudah delapan tahun Muna Barat yang saat itu masih bergabung dengan Muna, puasa gelar. Apalagi meloloskan karatekanya di tingkat nasional,” ujar Harlan.

prestasi yang ditorehkan saleh dan Hardianti tak pelak membuat dirinya sebagai pelatih, tak bias menyembunyikan rasa bangga.

 “Puasa delapan tahun telah terbayarkan dengan lolosnya karateka kita,” ungkapnya bangga.

Baik Hardianti maupun Saleh, melalui jalan panjang sebelum jadi juara. Hardianti main sebanyak tiga kali dengan menyisihkan lawan pertamannya perwakilan Kabupaten Bombana. Pada pertandingan kedua, korbannya adalah Kota Baubau.

“Di final Hardianti cukup sengit melawan Kolaka. Tapi alhamdulillah dia menang dengan skor 7-5,” terang Harlan.

pada pertandingan pertamanya, Saleh harus berhadapan dengan karateka asal Kolaka Utara yang telah memiliki jam terbang di kancah nasional. Namun, berkat taktik dan strategi yang diarahkan pelatih, Saleh mampu menang dengan skor 8-4.

Di pertandingan kedua, Saleh menumbangkan jagoan Buton dengan skor 10-2. Pada pertandingan ketiga, Saleh menggila dengan tidak memberikan satu poin pun kepada perwakilan Konawe Kepulauan (Konkep). Saleh menang dengan skor 8-0.

Di final, pertandingan sempat terhenti di saat Saleh unggul 5-4 atas karateka Kota Kendari. Hal ini disebabkan, tanda 10 detik terakhir tidak disebut oleh panitia.

“Saya sempat protes dan protes saya diterima. Maka, 10 detik terakhir diulang. Di sini, Saleh kembali mendapatkan satu poin dan akhirnya menang 6-4 atas Kota Kendari,” paparnya.

Menurut Harlan, prestasi yang diraih anak asuhnya tak lepas dukungan dari Pemkab Muna Barat. Kini, Pemkab Muna Barat memfasilitasi proses trainning center (TC) dua atlet karateka yang akan berangkat ke Jakarta.

Penulis: Temon

Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...