Imran Gerindra Sultra
Ketua DPD Gerindra Sultra,Imran (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Rencana DPD Gerindra Sultra melakukan kocok ulang bakal calon kepala daerah atau balon kada rupanya bukan sekadar wacana. Mulai Senin besok, 8 Agustus 2016, kocok ulang dilakukan di tujuh kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2017.

Ketua DPD Gerindra Sultra Imran mengatakan, proses penjaringan akan dilakukan selama tiga hari di tingkatan DPD.

“Kita laksanakan mulai Senin besok sampai Rabu di semua daerah yang menggelar Pilkada,” ungkap Imran usai memimpin rapat koordinasi DPD Gerindra se-Sultra di Hotel Horizon Kendari, Minggu 7 Agustus 2016.

Menurut Imran, alasan dilakukan penjaringan ulang adalah masih banyaknya calon yang terjaring di tingkat kabupaten atau kota yang belum memenuhi persyaratan.

“Sekarang sudah siap di DPP. Nanti saya buatkan SK-nya untuk desk Pilkada,” jelasnya.

Alasan lain, kata Imran, proses penjaringan masih bisa dibuka kembali karena jadwal di partai mulai Maret hingga Agustus 2016.

“Sekarang juga telah terjadi pergantian kepengurusan DPD. Jadi, siapa yang akan tanda tangan. Saya tidak mau tanda tangan kalau belum jelas,” paparnya.

Seluruh proses penjaringan yang dilakukan DPC kabupaten atau kota semasa kepengurusan Anton Timbang sudah sampai di tingkatan provinsi. Namun, nama-nama itu akan dikocok ulang.

“Setelah proses di DPD, kita akan serahkan lagi ke DPP. Semoga Agustus ini sudah tuntas,” ujarnya.

Meski demikian, tegas Imran, proses penjaringan sebelumnya tidak otomatis digugurkan, tapi memungkinkan hanya ditambah.

“Hanya ada tambahan saja. Di situ, kita akan lampirkan surveinya dan melihat elektabilitasnya. Kita tidak mau mendukung calon yang tidak menang,” katanya.

Dengan dibukanya penjaringan kembali, Imran mengaku, Adriatna Dwi Putra atau ADP berpeluang untuk mendaftar. Hanya saja, kata Imran, sejauh ini belum mengetahui apakah menantunya ini akan mendaftar.

“ADP berpeluang mendaftar,” terangnya.

Mengenai peluang ADP mendapatkan pintu Gerindra, Imran belum bisa bicara lebih jauh. Namun, secara obyektif dirinya akan melihat tren elektabilitasnya berdasarkan survei.

“Saya akan obyektif. Tapi saya belum bisa bicara sebelum melihat survei. Saya belum tahu juga kalau ADP akan mendaftar,” tuturnya.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...