Mal Di Lahan Bekas RSUD Sultra
Gubernur Sultra Nur Alam saat acara ground breaking Bank Sultra 14 lantai, Jumat 3 Februari 2017. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tenggara akan mendapatkan uang kompensasi dari Pemerintah Provinsi Sultra sebesar Rp 6 miliar.

Uang Rp 6 miliar itu sebagai ganti rugi lahan dan bangunan MUI yang saat ini telah dibongkar untuk kepentingan pembangunan kantor Bank Sultra setinggi 14 lantai.

Gubernur Sultra Nur Alam mengatakan lahan Bank Sultra ini merupakan gedung Islamic Center. Awalnya, urai dia, lahan tersebut adalah hibah dari salah satu dermawan muslim. Namun, pada akhirnya, lahan itu dimasukan sebagai daftar aset daerah.

“Ceritanya, awalnya hibah dari salah satu dermawan muslim, secara administrasi masuk aset daerah. Pada saat lokasi ini, kita ingin bangun tower 14 lantai, maka pemda harus menyiapkan kompensasi dan saya langsung jawab secara tunai siapkan lahan 5 hektare kepada MUI dan tahun ini kita siapkan dana Rp 6 miliar untuk pembangunan kantor MUI,” ungkap Nur Alam, Jumat 3 Februari 2017.

Nur Alam mengaku sangat berterimakasih kepada para ulama yang mengikhlaskan lahan tersebut dijadikan sebagai lokasi pembangunan Bank Sultra. Sebagai gantinya, MUI akan didirikan bangunan yang tidak kalah megahnya di lahan Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) Provinsi Sultra.

“Pembangunan tower Bank Sultra bisa terealisasi. Dari sisi lahan sudah clear tidak ada lagi masalah,” ujarnya.

Lahan yang dihibahkan oleh keluarga Alm La Ihi ini, sebut Nur Alam, sudah tidak ada masalah lagi. Begitu pula MUI dan Pemda sudah ada kesepakatan bersama.

Sebagai kepala daerah, Nur Alam mengaku, akan terus memaksimalkan lahan pemerintah agar bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan bagi daerah.

“Kita bangun kerjasama dengan berbagai pihak tentu. Yang kita harapkan dari berbagai korporasi yang beroperasi di Sultra,” paparnya.

Beberapa lahan pemerintah yang berada di lokasi strategis, harus dimanfaatkan secara maksimal agar wajah Kota Kendari ini bisa berbenah hingga bisa dikatakan sebagai daerah semi metropolitan.

“Kalau bisa jangan metropolitan dulu, cukup semi metropolitan,” katanya.

Dengan hadirnya para investor, maka kawasan kumuh pelan-pelan mulai direhabilitasi. Lokasi strategis yang selama ini tak dikelola, coba ditawarkan kepada para pihak yang memiliki modal untuk membangun daerah.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...