KPU Sultra
Ketua KPU Sultra, Hidayatullah, dalam kegiatan bertajuk Desiminasi Politik di Kendari, Rabu 28 September 2016. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Menurunnya tingkat partisipasi pemilih dalam setiap perhelatan demokrasi di Sulawesi Tenggara menjadi salah satu masalah penyelenggara pemilukada.

Pada Pemilihan Presiden 2014 lalu, partisipasi pemilih turun dibandingkan dengan Pemilihan Legislatif 2014. Pada pileg 2014, partisipasi pemilih mencapai 72,34 persen sedangkan pada pilpres hanya mencapai 62,49 persen.

Peneliti Universitas Halu Oleo Kendari, Dr Nadjib Husain, menyebut penurunan partisipasi pemilih disebabkan berbagai hal seperti faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain kesadaran politik, situasi, afiliasi partai dan organisasi, kinerja pemerintah dan pembangunan, vote buying dan kinerja penyelenggaraan pemilu.

“Sementara, faktor kandidat tidak berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat dalam memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Presiden dan Wakil presiden tahun 2014,” ungkap Najib di Aula Husni Kamil Manik KPU Sultra, Rabu 28 September 2016.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah mengatakan penurunan partisipasi publik terhadap pesta demokrasi ini menjadi cambuk bagi KPU sebagai penyelenggara Pilkada 2017.

Hidayatullah mengaku heran dengan fenomena naik turunnya partisipasi pemilih. Di Kabupaten Konawe Utara misalnya, pada Pilpres kemarin angka partisipasinya tidak sampai 50 persen. Namun, pada saat Pilkada 2015, partisipasi masyarakat melonjak hingga 88 persen.

“Bahkan, Konawe Utara ini masuk 10 besar seluruh Indonesia,” katanya.

Namun demikian, partisipasi pemilih ikut ditentukan oleh peran pemerintah untuk menyakinkan masyarakat. Menurutnya, masyarakat cenderung enggan ke TPS untuk memilih karena tidak percaya lagi dengan pemerintahan yang dinilai banyak masalah.

Terlebih, partai politik yang hanya turun ke masyarakat pada momen tertentu saja. Untuk itu, Hidayatullah berharap, peningkatan partisipasi masyarakat jangan hanya dibebankan kepada KPU.

“Pemerintah, parpol dan seluruh elemen harus bersama-sama menyakinkan masyarakat bahwa pemimpin yang dipilih itu adalah amanah dan tidak lagi mempertontonkan masalah yang bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...