Ilustrasi penambangan ilegal
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Polda Sultra terus melakukan penyelidikan kasus dugaan tambang ilegal yang melibatkan PT Wijaya Karya (Wika). Direktur PT Wika dianggap paling bertanggung jawab atas aktivitas tambang di luar izin usaha pertambangan (IUP).

Walau pemeriksaan saksi belum semua dirampungkan, namun kasus itu dipastikan akan ada tersangka, Direktur PT Wika disebut berpotensi tersangka, karena dianggap sebagai pihak bertanggung jawab.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Komisaris Besar Polisi Midi Siswoko, kepada Kabarkendari.com, Kamis 22 September 2016, menyampaikan, pihaknya sudah menemukan dua alat bukti untuk menentukan tersangka.

Walau demikian, pihaknya harus sesuai prosedur penyelidikan yakni menuntaskan pemeriksaan saksi dan dilakukan gelar perkara. Katanya, Direktur PT Wika bisa jadi tersangka.

“Pasti naik penyidikan, pasti ada tersangka juga. Yah direkturlah selaku pimpinan tertinggi perusahaan kan. Tunggu saja, kan masih mau pemeriksa saksi-saksi lagi,” jelasnya.

Midi Siswoko menjelaskan, anggotanya sementara menyelidiki kasus itu. Tidak lama lagi  akan dilakukan gelar perkara untuk penentuan tersangka. Wika, yang dianggap melakukan penambangan diluar IUP di Kabupaten Buton, Sultra.

Sementara itu Kepala Subdit IV Ajun Komisaris Besar Polisi, Hartono, melalui teleponenya mengungkapkan penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi ahli pertambangan dari Dinas ESDM Sultra. Untuk menyelidiki kasus PT Wika yang diduga menambang di luar IUP di Kabupaten Buton.

“Saksi ahli ini akan diperiksa untuk menjelaskan bagaimana mekanisme hukum atau tindakan melakukan penambangan seperti yang dilakukan oleh PT Wika. Soal bukti-bukti sudah ada kami temukan, tapi itu kepentingan penyelidikan,” kata Hartono.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...