PT Semen Tonasa di Moramo didemo warga
Aksi demonstrasi warga Moramo di depan pabrik pengepakan PT Semen Tonasa Indonesia, Selasa 12 Oktober 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Masyarakat setempat terpaksa menutup paksa pabrik pengepakan semen PT Semen Tonasa Indonesia di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. Aksi ini menjadi puncak kemarahan warga terhadap perusahaan yang tidak mampu melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pantauan kabarkendari.com, Rabu 12 Oktober 2016, di lokasi kejadian, tepatnya di Kelurahan Lapuko, Moramo, Konsel, warga menutup gerbang masuk perusahaan. Akibatnya, aktivitas pengangkutan semen menjadi terganggu. Sejumlah truk yang hendak masuk dalam perusahaan terpaksa diparkir di luar.

Sebelum penutupan paksa dilakukan, masyarakat sempat menggelar aksi unjuk rasa meminta komitmen perusahaan untuk merealisasikan program CSR. Namun, pihak perusahaan tidak berani memberikan garansi atas tuntutan tersebut.

Salah seorang mewakili manajemen perusahaan bernama Alberto, kepada warga yang melakukan aksi menyatakan, untuk menjawab tuntutan warga, pihaknya harus harus berkoordinasi dengan pihak manajemen di pusat.

BACA JUGA: Program CSR Tidak Jalan, PT Semen Tonasa Indonesia Didemo

Menurut perwakilan warga, Jumadil, pada empat tahun silam sebelum perusahaan tersebut beroperasi, pemerintah daerah setempat bersama manajemen perusahaan menyepakati beberapa kegiatan yang akan menjadi tanggung jawab sosial perusahaan, mulai dari rehabilitasi sekolah-sekolah, pemasangan lampu jalan, pelebaran jalan, hingga pada pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Tapi kesepakatan itu tidak dilaksanakan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, atas nama solidaritas, hari ini masyarakat turun menuntut tanggung jawab perusahaan,” kata Jumadil.

Dalam aksi ini, Alberto hanya mampu melihat masyarakat menutup gerbang perusahaan dan aktivitas pelabuhan sehingga tidak bisa beroperasi untuk sementara.

Kepolisian Sektor Moramo juga tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya mengawal masyarakat agar dalam proses penutupan pabrik itu tidak dilakukan dengan cara-cara anarkis apalagi merusak obyek vital dari perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berkumpul di depan pabrik PT Semen Tonasa Indonesia. Masyarakat meminta agar direktur utama PT Semen Tonasa Indonesia bisa datang di Moramo untuk mengabulkan permintaan mereka.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...