Padang Savana di Bombana tempat PT Panca Logam
Padang Savana di Bombana tempat PT Panca Logam Beroperasi. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Agenda pemeriksaan mantan pimpinan PT Panca Logam Makmur bernama Tomy Jingga di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara batal dilakukan pekan ini. Penyebabnya, Tomy Jingga mangkir dari panggilan jaksa.

Sejatinya, ia diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan atau pemalsuan data produksi emas yang diduga dilakukan PT PLM di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Atas ketidakhadirannya, kejaksaan kembali mengagendakan pemeriksaan pada Senin 22 Agustus 2016 mendatang. Ini sudah panggilan kedua terhadap Tomy Jingga dalam kasus ini. Sayangnya, penyidik tidak bisa memastikan apakah Tomy Jingga akan memenuhi panggilan pada pekan nanti, karena jaksa belum melakukan konfirmasi terhadap yang bersangkutan dalam pengiriman surat pemanggilan.

“Yang pasti kita sudah kirim surat pemanggilannya. Ini panggilan kedua dalam status sebagai saksi,” kata Humas Kejati Sulawesi Tenggara Janes Mamangkey.

Kata Janes, pemeriksaan ini harus dilakukan kepada Tomy Jingga. Pasalnya, dia dianggap orang yang paling tahu kronologis kasus itu. Pada tahun 2010 hingga 2011 Tomi Jingga menduduki jabatan sebagai direktur PT PLM yang pada proses pelaporan hasil produksi dianggap aneh dan diduga ada pemalsuan dokumen hasil produksi.

Janes melanjutkan, dalam kasus ini penyidik kejaksaan sudah memeriksa tujuh saksi, diantaranya pejabat dan mantan pejabat di Dinas ESDM Sulawesi Tenggara dan Bombana serta tiga orang staf keuangan PT PLM yang dirahasiakan namanya. Penyelidikan kasus ini sudah dilakukan sejak sepekan terakhir untuk mengungkap kasus pemalsuan data produksi emas yang tidak sesuai dengan laporan di Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana.

Untuk saksi yang sudah diperiksa kata Janes yakni Kepala Dinas ESDM Sulawesi Tenggara Burhanudin, mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bombana, Anasrullah, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan, Cecep Trisnajayadi yang juga mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bombana dan Kepala Seksi di Dinas ESDM Kabupaten Bombana, Yusuf Lara.

“Kasusnya terkait pemalsuan data produksi emas yang tidak sesuai dengan laporan di Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. Laporan produksi itu pada tahun 2010 sampai 2011,” katanya.

Penulis: Egi
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...