sidang kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Konut
Suasana sidang kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Konawe Utara Tahap III, Selasa 30 Agustus 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Hakim Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara, kembali menggelar sidang kasus korupsi pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Konawe Utara Tahap III, Selasa 30 Agustus 2016. Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Arwana. SH, mantan Bupati Konut, Aswad Sulaeman mengaku pernah diancam oleh pejabat Kejaksaan Tinggi Sultra yang mengusut kasus ini.

Pengancaman itu kata Aswad Sulaeman dilakukan oleh pejabat Kejati Sultra, yakni Kepala Kejati Sultra Sugeng Djoko Susilo. SH, Wakil Kajati Sultra Yunan Harjaka. SH, dan Asisten Pidana Khusus Ramel Jesaja. SH, Asisten Intelejen Kejati Sultra Andi Hamka. SH dan beberapa penyidik yang melakukan pengusutan kasus ini. Ancaman ini kata Aswad Sulaeman perihal pengembalian kerugian negara dalam kasus korupsi itu.

“Saya diancam yang mulia dalam mengembalikan kerugian negara ini. Saya diancam oleh Kajati, Wakajati, Aspidsus, Asintel dan penyidik. Saya sebenarnya tidak tahu menahu soal kasus ini,” katanya dihadapan hakim.

Berdasarkan hasil audit BPKP Sultra, kerugian negara dalam kasus itu senilai Rp 2,3 Milyar. Menurut Aswad Sulaeman, kerugian negara itu sebenarnya bukan tanggungannya melainkan Siodinar sebagai Kontraktor PT Voni Bintang Nusantara.

Aswad Sulaeman juga mengaku tidak tahu menahu soal proyek pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Konawe Utara Tahap III. Menurutnya, tidak ada penunjukan langsung pada proyek itu. Terlebih lagi pada penunjukan siapa kontraktor, siapa PPK dan pencairan anggaran. Ia menuding ada pihak tertentu yang sengaja memalsukan tandatangannya.

“Saya pada tahun 2011 untuk tanggalnya saya lupa yang mulia, tapi pada saat itu saya di Kota Bau-Bau. Saya sama-sama Gubernur Sultra, Nur Alam,” katanya lagi.

Sekitar pukul 17.00 Wita majelis halim menghentikan proses persidangan dan akan dilanjutkan pada pekan depan. Diluar sidang, Aswad Sulaeman membenarkan pengancaman itu dihadapan wartawan.

“Iya saya diancam sama pejabat kejati. Kita kutip saja apa yang saya bilang sama hakim. Itu semua mi yang bebar,” singkatnya.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...