Ilustrasi
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, La Ali, tewas ditebas warga sekitar kampus UHO dengan parang, Minggu dinihari, 28 Agustus 2016. Belum diketahui siapa pelakunya.

Kejadian ini bermula saat rekan La Ali, yang belum diketahui identitasnya berkelahi dengan pria bernama Muhtar warga Jalan La Muse, Kendari, pukul 02.30 Wita. Keduanya terlibat perkelahian hanya karena Muhtar mengamankan rekan La Ali yang diduga ingin mengambil ayam yang berada di kandang samping rumah Muhtar.

Namun rekan La Ali berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan kepada La Ali dan La Bayana.

Tak lama kemudian La Ali, La Bayana, dan rekannya tadi mendatangi rumah Muhtar. Ketiga pemuda ini melempari rumah Muhtar dengan sasaran kaca jendela dan dinding rumah.

Mendengar kejadian itu, warga sekitar pun keluar membantu Muhtar. Pertikaian pun tak terhindarkan.

“Lelaki Muhtar ini meminta tolong kepada beberapa tetangganya. Saat bersamaan warga sekitar rumah Muhtar keluar dan terjadi pertikaian dengan La Ali, La Bayana dan rekannya. Disaat itulah, La Ali terkena tebasan parang tepat di kepala yang mengakibatkan meninggal dunia,” terang Kepala Kepolisian Resor Kendari, Ajun Komisaris Besar Polisi Sigid Haryadi, saat berada di Rumah Sakit Abunawas Kendari.

Selain La Ali, lanjut Sigid, rekan korban bernama La Bayana juga terkena tebasan parang yang mengakibatkan luka robek pada kaki kiri, pinggang, dan pelipis.

La Ali meninggal di tempat kejadian perkara atau TKP. Sementara warga yang berada di TKP saat melihat kedua korban luka-luka langsung melarikan korban ke rumah sakit. Sementara rekan La Ali dan La Bayana belum diketahui rimbanya.

“Saat olah TKP, korban sudah meninggal di tempat. Keduanya dibawa oleh warga, dan itu yang kami jadikan saksi dalam penyelidikan ini. Kedua korban ini mahasiswa UHO. Untuk motifnya karena salah sangka,” katanya.

Dari kejadian ini kepolisian sudah mengamankan Muhtar yang terlibat perkelahian dengan para korban.

Dari hasil pemeriksaan, belum ditemukan siapa yang melakukan pemarangan karena saat kejadian ada banyak warga. Hanya saja kata Sigid, pihaknya akan mendalami lelaki Muhtar untuk mengungkap pelaku.

Dijelaskannya, sudah ada beberapa nama yang dikantongi kepolisian dalam proses penyelidikan kasus ini.

“Muhtar kami mintai keterangannya untuk mengetahui siapa-siapa warga yang ada di TKP. Tapi Muhtar kami akan selidiki juga karena dia adalah orang pertama dari terjadinya kasus ini. Sudah kami amankan di Polres Kendari,” katanya.

Sementara itu, keluarga korban nampak menangis histeris saat menjemput jenazah La Ali. Nampak kakak laki-lakinya menangis dan tidak menyangka adiknya cepat pergi meninggalkannya.

Pasalnya, La Ali merupakan mahasiswa yang baru setahun tinggal di Kendari. Korban adalah warga Kecamatan Kusambi Raya, Kabupaten Muna Barat.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...