Demo Mahasiswa UHO Kendari
Puluhan mahasiswa UHO Kendari melakukan demo karena sampai saat ini belum terdaftar di data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Penyelenggaraan wisuda Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara dipastikan akan diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa UHO Kendari akan menggelar aksi unjuk rasa di rektorat tepat pada saat pelaksanaan wisuda, Kamis 2 Maret 2017.

Rencana aksi unjuk rasa tersebut dilakukan menyusul adanya ratusan mahasiswa yang merasa dirugikan pihak kampus. Sebanyak 265 orang gagal mengikuti wisuda akibat datanya dinyatakan tidak valid.

KBM UHO Kendari mulai menggalang massa melalui media sosial, Rabu 1 Maret 2017, dengan nomor undangan 001/KBM-UHO/III/2017. Undangan yang diperuntukan buat seluruh mahasiswa UHO untuk mengikuti aksi.

Koordinator aksi unjuk rasa Akril Abdillah mengatakan belum memastikan jumlah massa yang akan turun. Karena selain diundang khusus, mobilisasi massa akan dilakukan tiap fakultas.

Adapun poin tuntutan, beber dia, meperjelas status mahasiswa perguruan tinggi yang tidak terdaftar di Forlap dikti, lambannya penanganan mahasiswa-mahasiswa yang tidak terdaftar di Forlap Dikti, memperjelas status mahasiswa yang telah yudisium namun tidak diperkenankan mengikuti wisuda.

“Kami turun untuk mempresure kebijalan UHO yang kerap merugikan mahasiswa. Kami menilai wisuda terlalu dipaksakan dan terburu-buru,” tuntas Akril.

Menanggapi rencana mahasiswa tersebut, Wakil Rektor II UHO Kendari Profesor Hilaluddin Hanafi tidak menampik adanya informasi unjuk rasa tersebut. Menurut dia, wajar jika mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa, hanya saja dia meminta aksinya berjalan damai dan tidak ada perusakan fasilitas kampus.

“Layak kalau ada demo karena mereka marah. Kami berharap demonya jangan anarkis, tidak ada perusakan,” imbuh Prof Hilal saat dihubungi melalui telepon selulernya Rabu malam 1 Maret 2017.

Prof Hilal mengakui, batalnya wisuda ratusan mahasiswa tersebut memang hanya karena datanya tidak valid. Plt Rektor UHO Kendari Prof Supriadi Rustad sudah berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena percuma dia wisuda kalau datanya tidak valid dan pasti tidak akan terdaftar juga di forlap dikti. Tapi pak rektor sudah janji akan menuntaskan masalah itu secepatnya,” tegasnya.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat UHO Kendari Maulid mengungkapkan, dari 772 mahasiswa yang mendaftar, hanya 507 orang yang bisa mengikuti wisuda.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...