Rektor UHO 2016
Puluhan mahasiswa melaksanakan aksi demontrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo Kendari, Kamis 3 November 2016. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari mendesak panitia penyelenggara Pemilihan Rektor episode ke dua ditunda, Kamis 3 November 2016.

Mahasiswa menilai Pemilihan Rektor UHO Kendari sarat pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif. karenanya sebelum pilrek dilanjutkan, mahasiswa mendesak sejumlah permasalahan diselesaikan terlebih dahulu.

“salah satu permasalahan yaitu terdapatnya 13 nama anggota senat yang berstatus izin belajar S3 di sejumlah Perguruan Tinggi seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Udayana dan Universitas Hasanuddin,” teriak Muharam melalui pengeras suara.

Padahal, menurut mereka sesuai aturan status izin belajar tidak dapat diberikan karena mereka meninggalkan tugas-tugas kedinasan selama mengikuti proses pembelajaran.

Selain itu, terdapat satu orang anggota senat non-organisasi dan tata kerja (OTK) universitas namun masih diakui sebagai anggota senat, yakni Profesor I Gusti Ray Sadimantara, sebagai Kepala Unit Pengelola Teknik Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya.

BACA JUGA: Profesor Aslan: Pilrek UHO Kendari Merusak Etika Akademik

Mereka juga mempertanyakan keputusan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti yang mengeluarkan keputusan pendaftaran begitu singkat, sehingga tidak lagi memberikan keleluasaan kepada bakal calon rektor yang baru UNTUK mendaftar.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua Panitia Pilrek UHO Kendari, Profesor Hilaluddin Hanafi menanggapinya dengan santai. Menurutnya, hal itu tidak perlu lagi dipersoalkan, karena sudah menjadi instruksi menteri.

“Coba kalau itu lagi dipersoalkan, jangan sampai menteri bilang kita bandel, sudah diberikan waktu. Jadi kita tinggal melaksanakan. Kita tidak lagi memberikan argumentasi mengenai hal tersebut karena sudah begitulah instruksi dari menteri dan kita akan laksanakan dengan baik instruksi tersebut,” ujarnya.

“Jadi siapa lagi kita mau kita mau dengar kalau bukan Kemenristekdikti. Ada pengurangan 20 anggota senat dari 117 menjadi tinggal 97, itu hasil verifikasi Kemenristekdikti,” kata Profesor Hilal.

Penulis: La Ode Kasman
Penulis: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...