TKA Tiongkok
Pasport TKA PT IMIP yang disita mahasiswa. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Maraknya penggunaan Tenaga Kerja Asing pada sejumlah perusahaan pertambangan di Sulawesi Tenggara membuat gerah mahasiswa di Kota Kendari.

Puncaknya pada Selasa 27 Desember, mereka menggelar aksi razia Tenaga Kerja Asing yang melintas di jalan By Pass Kota Kendari.

Mahasiswa menduga ribuan TKA yang bekerja di Sulawesi Tenggara bekerja secara ilegal karena melanggara Undang-Undang Keimigrasian. Mahasiswa juga menuding ada dugaan konspirasi yang melibatkan pejabat di Kantor Imigrasi Kendari dengan beberapa Perusahan Tambang Nikel yang mempekerjakan TKA.

Saat aksi razia TKA, mahasiswa mahasiswa menemukan sebuah pasport TKA asal Tiongkok dalam kondisi kedaluarsa atau berakhir sejak Senin 26 Desember 2016 kemarin.

“Kami dari mahasiswa Universitas Halu Oleo dan Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami melakukan ini karena ijin tinggal para TKA ini tidak sesuai dengan aturan. Visa yang digunakan para TKA ini juga visa kunjungan dan bukan visa ketenagakerjaan. Ini pelanggaran dan ada korupsi disini,” jelas Bram Barakati, Koordinator aksi mahasiswa.

Saat aksi razia tersebut, mahasiswa sempat bersitegang dengan pengawal TKA bernama Putu. Keduanya sempat adu argumen dengan tuntutan TKA tersebut dikeluarkan dari mobil dan dibawah ke Kantor Imigrasi Kendari untuk segera dideportasi ke negara asal di Tiongkok.

“Tolong sabar dan kita menunggu pihak berwajib. Ini kami lakukan karena tidak ada masalah,” kata Putu dihadapan mahasiswa.

Akibat kejadian ini, Putu langsung menghubungi rekan kerjanya untuk keluar dari aksi razia ini. Selang beberapa menit kemudian, aparat kepolisian dan TNI datang melakukan pengamanan.

Pihak Kantor Imigrasi Kendari melalui Kepala Tim Penindakan Imigrasi, Ruspian, yang dimintai keterangan soal TKA enggan memberikan penjelasan. Dirinya mengaku belum bisa memberikan komentar terkait adanya TKA yang pasportnya telah berakhir.

Penulis : Kamarudin
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...