unjukrasa di kantor KPU Sultra
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Pilkada menggelar unjukrasa di kantor KPU Sultra, Selasa 11 Oktober 2016. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Hasil tes bebas narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional di Jakarta menuai protes. Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Pilkada menggelar unjukrasa di kantor KPU Sultra, Selasa 11 Oktober 2016.

“Kami mendesak BNN dan KPU Provinsi Selawesi Tenggara Untuk transparan dalam proses penetapan calon kepala daerah,” kata Korlap aksi Muhamad Agus Safar.

BACA JUGA: Protes Hasil Tes Narkoba Paslon, Mahasiswa Segel Kantor KPU Sultra

Lolosnya Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi dalam tes bebas narkoba saat pilkada dijadikan sebagai pembanding. Mahasiswa menuntut  BNN meningkatkan perhatian dan memperketat tes bagi setiap calon kepala daerah.

“BNN harus memperketat proses tes calon kepala daerah dan KPU tidak bermain- main dengan masalah ini,” teriak Agus dalam orasinya.

Mahasiswa meminta semua pihak agar terbuka dengan hasil tes bebas Narkoba semua calon kepala daerah. Alasannya, hasil tes narkoba beberapa calon kepala daerah di Kota Kendari, Bombana dan Buton Selatan dinilai bermasalah sehingga harus kembali dilakukan di Jakarta.

BACA JUGA: Puluhan Massa Desak BNN Periksa Ulang Bebas Narkoba Tafdil

“Bermasalahnya tiga daerah itu tentu menjadi perhatian publik. Sehingga tidak berlebihan jika publik berharap agar hasil tes tiga daerah yang bermasalah itu di buka demi kepentingan publik,” ujarnya.

Karena sempat bermasalah pada tes pertama lalu dinyatakan bebas pada tes berikutnya, mahasiswa mensinyalir para calon kepala daerah tersebut berpotensi sebagai pengguna narkoba.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...