HMI Cabang Kendari
HMI Cabang Kendari berunjukrasa di gedung DPRD Kota Kendari. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Himpunan Mahasiswa Islam, HMI Cabang Kendari mendesak Dewan Perwakilan Daerah Kota Kendari mengevaluasi izin Tempat Hiburan Malam atau THM D’Liquid dan Studio 33 Kendari.

Mahasiswa menuding dua THM itu melanggar batas waktu operasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Kendari. Kedua THM ini juga rentan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam aksi unjukrasa yang digelar di gedung DPRD Kota Kendari, puluhan mahasiswa mendesak Ketua DPRD Kendari, segera memanggil pihak manajemen Grand Clarion Kendari tempat bernaung D’Liquid dan Studio 33.

” Lakukan tindakan jelas. Buatkan aturan ketat agar tidak ada celah bagi D’Liquid dan Studio 33 melanggar aturan,” teriak Mawan dalam orasinya.

Menurut Mawan, aktifitas dua THM tersebut mencoreng nama Kota Kendari yang mengusung slogan Kota Bertakwa. Baru-baru ini Studio 33 membuat heboh dengan adanya dugaan seorang pekerjanya menggunakan Narkoba. Sementara D’Liquid kedapatan memamerkan tarian erotis.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, anggota DPRD Kota Kendari dari Partai Gerindra, Husen Mahmud, berjanji memanggil pihak terkait.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...