Jubir Rajiun Center
Juru Bicara Tim Rajiun Center, La Ode Rahmat Apiti. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Penjabat atau Pj Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada menolak tawaran jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Partai Amanat Nasional, PAN Muna Barat.

Penolakan itu disampaikan LM Rajiun Tumada melalui juru bicaranya La Ode Rahmat Apiti, kepada kabarkendari.com, Rabu 3 Agustus 2016.

Rahmat Apiti menuturkan, LM Rajiun kaget mendapat kabar melalui berbagai pemberitaan bahwa dirinya diwacanakan memegang tampuk pimpinan DPD PAN Mubar.

Rahmat menegaskan, Rajiun belum mau menjadi Ketua DPD PAN Muna Barat karena masih fokus memimpin pemerintahan di Kabupaten Muna Barat. Selain itu, Rajiun masih ingin memberikan dedikasinya kepada masyarakat Kabupaten Muna Barat.

“Pak Rajiun itu masih ingin menjadi Pj Bupati Muna Barat. Lagian juga Pak Rajiun tidak ikut musyawarah daerah. Takutnya jangan sampai menjadi polemik seperti di Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Buton,” terangnya.

Polemik yang Rahmat Apiti maksud seperti Kabupaten Buton Tengah yakni Pj Bupati Buton Tengah Mansur Amila dianggap melanggar kode etik Pegawai Negeri Sipil atau PNS. Sedangkan untuk Kabupaten Buton ada Wakil Bupati bernama La Bakrie yang juga dianggap menyalahi kode etik PNS.

“Polemiknya pasti ada. Makanya beliau itu fokus pembangunan Kabupaten Muna Barat. Intinya beliau itu belum mau dan tidak bisa juga jadi Ketua DPD PAN Muna Barat,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain sementara fokus proses pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupetan Muna Barat, Rajiun masih fokus melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai untuk memuluskan jalannya menjadi calon Bupati Kabupaten Muna Barat.

“Fokus dulu komunikasi politik dengan beberapa partai. Kemungkinan Pak Rajiun akan menjadi Ketua DPD PAN Muna Barat nanti setelah selesai masa jabatannya pada bulan September mendatang,” tutupnya.

Penulis : Egi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...