Lima Pekerja Asing Asal Tiongkok Kecelakaan, Satu Tewas
Seorang tenaga kerja asing asal Tiongkok terbaring lemas di ruang UGD RS Dr Ismoyo Kendari usai menjalani operasi tulang, Senin 9 Agustus 2016. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Lima pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja di pabrik smelter PT Virtue Dragon Nikel Industri, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengalami kecelakaan kerja, Senin 8 Agustus 2016. Satu diantaranya dinyatakan tewas, empat lainnya patah tulang.

Direktur PT Virtue Dragon Nikel Internasional atau VDNI, Rudi Rusmadi membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Menurutnya, kelimanya mengalami kecelakaan saat sedang memperbaiki cerobong portland.

“Tali pengait grandlandnya terlepas. Sehingga mereka terjatuh. Saya belum tahu pasti berapa ketinggian korban terjatuh. Nama-namanya juga saya lupa. Nanti informasikan kembali, saya cek ulang dulu ” terang Rudi, kepada kabarkendari.com, Selasa 9 Agustus 2016.

Rudi mengatakan, atas kejadian ini, pihaknya langsung turun tangan melakukan penanganan. Korban meninggal sementara di Rumah Sakit Dr Ismoyo Kendari dan sekarang prosesnya sudah dibuatkan berita acara pemeriksaan.

“Kita lagi upayakan apakah dibawa di luar Kendari di Makassar dan tunggu konfirmasi keluarga mau dikremasi atau dibawa ke Cina,” jelasnya.

“Dua luka ringan sudah kembali. Sedangkan duanya yang patah tulang sementara di rawat di Dr Ismoyo Kendari. Yang patah tulang nanti dilihat, apakah tetap di Kendari atau dibawa ke Makasaar,” paparnya.

Ia mengaku, seluruh pekerja yang mengalami kecelakaan, biayanya ditanggung oleh PT VDNI.

“Mereka punya asuransi kerja. Semua biaya perusahaan yang tanggung,” ujarnya.

Kasus ini, kata Rudi, sudah ditangani oleh polisi serta seluruh pihak sudah dimintai keterangannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kabarkendari.com, lima pekerja asing asal Tiongkok yang mengalami kecelakaan adalah Chen da Yong 48 tahun, Chu Saw Bo 30 tahun, Chen Yong siang 45 tahun, Un ming sun 31 tahun dan Ing An Cin 47 tahun.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...