Tambang Sultra
Boy Ihwansyah, Kepala PBD Sultra. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara menyebut, daerah eksploitasi tambang rawan ancaman bencana banjir bandang. Daerah tersebut yakni Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe Selatan, Bombana, dan Konawe.

“Pada umumnya daerah eksploitasi tambang yang ada di daerah daratan atau semenanjung Sultra paling rawan itu adalah banjir bandang. Karena dengan eksploitasi tambang, otomatis akan merambah hutan,” ujar Kepala BPBD Sultra, Boy Ihwansyah.

Dia menjelaskan, bukti dari daerah eksploitasi tambang yang menjadi langganan banjir bandang hampir tiap tahun yaitu Kolaka Utara. Hal itu dilihat dari sedimen yang terbawa banjir yang semuanya berasal dari hasil eksploitasi tambang.

“Selama ini terlihat ketika banjir banyak potongan-potongan kayu yang terbawa oleh air,” katanya.

“Kota Kendari juga rawan bencana banjir. Jika kita lihat pada banjir 2013 lalu, itu diakibatkan adanya pemukiman yang ada di bantaran sungai, sehingga sampah-sampah yang terbuang masuk ke sungai tidak bisa terkontrol, dan terbawa menjadi sedimen ke teluk,” tambahnya.

Boy mengungkapkan,pihaknya telah memiliki produk master plan rawan bencana. Dari 17 kabupaten/kota di Sultra rawan bencananya bervariasi.

Misalnya, Wakatobi rentan dengan pasang surut air laut, karena berhadapan langsung dengan Laut Banda dan Samudra. Kemudian, gelombang tinggi, abrasi pantai dan puting beliung.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...