dispora sultra
Kadispora Sultra tengah melihat kondisi kasur, bantal dan seprai tempat tidur yang dinilai tidak layak lagi untuk dipakai para siswa PPLP. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tenggara Jaya Bhakti tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melihat fasilitas Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kendari, Selasa 10 Januari 2017.

Saking kecewanya, Jaya beberapa kali terlihat menggaruk kepala saat melihat kondisi kasur, bantal dan seprai tempat tidur yang dinilai tidak layak lagi untuk dipakai para siswa PPLP.

Jaya juga menyebut makanan yang diperoleh siswa PPLP hanya makanan yang hanya sekedar memberi kenyang.

“Kesimpulan awal yang saya tangkap, kita perlu pembenahan besar-besaran. Contoh PPLP, jangan kita bermimpi mendidik anak-anak kita untuk meraih prestasi yang baik kalau kemudian tempat tidurnya saja sudah tidak beres. Bagaimana mereka bisa nyaman tidur kalau kasurnya, bantalnya dan seprainya sudah tidak beres,” ujarnya.

“Insya Allah akan menjadi program saya di dispora ini untuk saya beli kasur, bantal dan seprai dalam pekan ini. Supaya anak-anak itu ada kenyamanan,” tambahnya.

Jaya mengatakan, selaku kadis dirinya harus mendekatkan diri saya kepada anak-anak yang sedang dilatih untuk jadi atlet. Mmenurut dia, tidak bisa hanya pelatih yang dekat dengan siswa.

Pengganti Tasman Taewa ini menuturkan, dispora harus punya tanggung jawab moril terhadap anak-anak didik, dengan harapan kedekatan itu akan menumbuhkan semangat baru kepada mereka dan mereka akan menyampaikan hal-hal apa yang akan menjadi perbaikan ke depan.

Mengenai bahasa tubuhnya dengan menggaruk kepala saat melihat kasur, bantal dan seprai, Jaya mengaku, hal itu sebagai ekspresi yang memicu adrenalinnya untuk bekerja lebih baik lagi.

Jaya membeberkan, sebenarnya ada keinginan Kementerian Pemuda Olahraga supaya ada dana sharing dengan Pemerintah Provinsi Sultra.

“Bagaimana mekanismenya akan menjadi bahan kajian saya dalam pekan ini dengan melibatkan Inspektorat dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan). Apakah boleh saya melakukan semacam inovasi anggaran supaya anggaran yang tersedia di dekonsentrasi itu bisa kita lakukan untuk pengadaan kasur, bantal dan sprai,” ucap manta Kepala BPMD Sultra ini.

“Kemudian makannya sekedar kenyang, itu kan tidak mungkin kita banyak berharap. Saya harus memastikan dalam pekan ini angka kecukupan gizi makanan anak didik betul-betul sesuai dengan anggaran yang disiapkan,” katanya.

Jaya mengungkapkan, biaya makan untuk setiap siswa PPLP per hari sebesar Rp 100 ribu, lalu dipotong pajak diperkirakan tinggal menyisakan sekitar Rp 90 ribu.

“Rp 90 ribu kalau makan sudah luar biasa, itu yang saya mau pastikan Artinya janganlah kita main-main dalam persoalan mempersiapkan atlet, kita harus all out untuk memastikan bahwa anak-anak itu perlu dibina dengan baik,” tuturnya.

Lebih lanjut Jaya berjanji, dalam waktu dekat akan memanggil penyedia makanan untuk memastikan angka kecukupan gizi. Kendati demikian, ia tidak mau terburu-buru mrngatakan penyediaan makanan tidak sesuai aturan.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...